sinopsis naughty kiss episode 10

Akhirnya Seung Jo pergi meninggalkan rumah. Ibu Seung Jo dan Eun Jo mengantar Seung Jo sampai depan pintu.
Ibu: Seung Jo jaga dirimu baik-baik, makan makanan bergizi, sayuran dan buah-buahan. Dan jangan bergadang di malam hari
Seung Jo: aku tau. aku tau.
Ibu Seung Jo: telepon ibu bila kau memerlukan sesuatu
Seung Jo: aku tidak memerlukan apapun.
Ibu Seung Jo: bagaimanapun juga kau harus mengunjungi rumah sesekali.

Seung Jo hanya mengangguk.

Ha Ni tidak dapat berkata apa-apa, ia menangis dan Seung Jo melihatnya dari jauh.
Seung Jo berkata kepada Ha Ni : aku akan pergi
Ha Ni tidak dapat menahan tangisnya, saat Seung Jo pergi.
Ha Ni tidak dapat berkata apa-apa, ia menangis dan Seung Jo melihatnya dari jauh.
Seun Jo kepada Ha Ni: aku akan pergi
Ha Ni tidak dapat menahan tangisnya, saat Seung Jo pergi.

Ha Ni berkata pada dirinya sendiri, “Dia telah pergi. Dia sungguh-sungguh pergi. Aku sangat senang dapat tinggal di rumah keluarga ini bersama dengan Seung Jo. Meskipun ia bersikap dingin dan kasar padaku, tapi aku sangat senang berada di dekatnya.”
Ha Ni menghapus air matanya, Ibu Seung Jo datang untuk menghiburnya.
Ibu Seung Jo : Jangan menangis. Tunggulah. Dia tidak akan pergi jauh. Dia akan segera kembali.

Di angkutan umum, Ha Ni masih merenungi kepergian Seung Jo.
Ha Ni : Sekarang aku tidak dapat melihatnya dimanapun kecuali di kampus. Dia mungkin… Seung Jo mungkin akan melupakanku.

Ha Ni termenung sendiri di kampus, sahabatnya memanggil Ha Ni tapi Ha Ni tidak mendengarnya. Sahabat Ha Ni memberi motivasi pada Ha Ni untuk segera bangkit dari kesedihan. Tiba-tiba Seung Jo muncul dan lewat begitu saja tanpa tahu Ha Ni tengah memperhatikannya. Sahabat Ha Ni menyuruh Ha Ni untuk memanggil Seung Jo, tapi entah mengapa Ha Ni sedikit takut untuk melakukan hal itu. Sahabat Ha Ni mengajak Ha Ni untuk segera makan Siang.

Di kafetaria, Ha Ni enggan untuk makan. Sahabatnya memesan sesuatu untuk Ha Ni, sama seperti pesanan saat mereka SMA dulu. Pada saat yang sama Joon Gu sedang melayani pelanggannya, ia memanggil Ha Ni tapi Ha Ni tidak meresponnya, Ha Ni malah pergi membawa makanan yang telah dipesankan untuknya. Kasian Joon Gu.

Sahabat-sahabat Ha Ni menanyakan tentang Seung Jo, dimana Seung Jo tinggal dan menetap setelah ia pindah dari rumahnya sendiri dan pekerjaan paruh waktu apa yang dilakukannya, tapi jawaban Ha Ni hanya satu, ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu.

Saat berada di lapangan Tenis, Ha Ni juga merasa sangat tidak bersemangat saat ia melakukan tugasnya untuk mengumpulkan bola.

Saat bola tennis jatuh tepat mengenai Ha Ni, Ha Ni tidak merasakan apapun. Ha Ni sudah benar-benar linglung sekarang. Salah satu anggota yang melihat perubahan sikap Ha Ni langsung membicarakan tentang Ha Ni. Salah satu anggota club berkata mengenai penyebab perubahan sikap Ha Ni, bahwa Ha Ni sangat shock setelah ditinggal pergi Seung Jo.

Ha Ni berkata pada dirinya sendiri, “Seung Jo tidak datang untuk berlatih dan dia tidak akan pernah datang.”
Kyung Soo memanggil Ha Ni : Oh Ha Ni, apakah kau tidak memunguti bola dengan baik.
Kyung Soo merasa prihatin melihat keadaan Ha Ni yang sangat lesu.

Kyung Soo mencoba mengalihkan perhatian Ha Ni “Oh Ha Ni apakah kau mau membelikanku makan malam.”
Ha Ni : tidak
Kyung Soo : benarkah? Itu sangat memalukan karena aku akan memberikan kau informasi tentang Seung Jo. Tapi, bila kau tidak mau, ya sudah. Ayo cepat berlatih.
Mendengar hal itu, Ha Ni langsung bangkit lalu berteriak “Baiklah, aku akan membelikan makan malam untukmu.”
Ha Ni menghampiri Kyung Soo dengan semangat.

Kyung Soo : aku tahu tempat yang bagus dan tidak mahal. Jadi kau tidak perlu merasa kesulitan.”
Ha Ni : bagaimana dengan info mengenai Seung Jo?
Kyung Soo : Seperti yang engkau tahu bahwa Seung Jo tidak pernah menyembunyikan sesuatu dari ku, oleh karena itu aku akan memberikanmu informasi yang bagus.
Kyung Soo dan Ha Ni datang ke sebuah restaurant. Kyung Soo berkata bahwa ini adalah tempat kerja Seung Jo, Kyung Soo yang mengenalkan Seung Jo pada manager restaurant itu.

Ha Ni berkata pada dirinya sendiri, “Baek Seung Jo bekerja di sebuah restaurant keluarga?!. Aku tidak percaya.”
Kyung Soo memasuki restaurant dan disambut oleh pelayan yang juga mengenal Kyung Soo, pelayan itu menanyakan pada Kyung Soo, apakah ia bekerja hari ini. Kyung soo menjawab, ia datang ke sini sebagai seorang pelanggan. Kyung Soo meminta meja untuk 2 orang. Pelayan itu menunjukkan mejanya.

Ha Ni melihat ke sekeliling restaurant, ia mencari-cari Seung Jo. Melihat hal itu, Kyung Soo segera menawarkan Ha Ni untuk segera memesan makanannya. Dan Ha Ni memilih pesanannya dengan sedikit agak bingung, dan tiba-tiba.. taraaaa.. yang melayani Ha Ni saat itu adalah Seung Jo. Seung Jo memang benar-benar bekerja di restaurant ini. Hehhee.. Seung Jo melayani Ha Ni dengan pelayanan yang tidak memuaskan. Sepertinya Seung Jo tidak suka kalau Ha Ni tahu Seung Jo bekerja di tempat ini.
Ha Ni merasa sangat terharu sekaligus senang. Kyung Soo menanyakan alasan kenapa Ha Ni merasa terharu.
Ha Ni : Sudah sangat lama sekali aku tidak berbicara dengan Seung Jo
Kyung Soo mengerti : Apakah kau berbicara dengannya tadi? Aku rasa, kau memesan makanan tadi bukannya berbicara dengannya.
Seung Jo datang membawakan pesanan Kyung Soo dan Ha Ni.
Ha Ni berbicara pada dirinya sendiri : Kenapa ia juga sangat mempesona saat memakai seragam?
Ha Ni bertanya pada Kyung Soo : Apakah kau juga tahu dimana Seung Jo tinggal?
Kyung Soo : Rumah? Aku tidak tahu banyak tentang hal itu.
Seung Jo datang mengantarkan pesanan Ha Ni. Seung Jo seperti tidak menghiraukan Ha Ni. Ha Ni menanyakan pada Seung Jo, apakah Seung Jo marah karena Ha Ni ada di tempat ini. Seung Jo menjawab bahwa sebenarnya ia sudah tahu sejak lama kalau lambat laun Ha Ni pasti akan mengetahui dimana ia bekerja.
Ha Ni menanyakan alamat rumah dimana Seung Jo tinggal saat ini, tapi Seung Jo tidak memberitahukan hal itu. Ha Ni sedih, tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pengumuman.
Pengumuman mengenai dibutuhkannya karyawan baru, Ha Ni senang sekali melihat hal itu. Ha Ni kemudian menuju ruang manager dan menemui manager restaurant. Tapi, ternyata Ha Ni telat. He Ra sudah terlebih dulu mendapatkan pekerjaan itu.
Ha Ni memohon pada manager restaurant agar tidak memperkerjakan He Ra. Tapi, manager restaurant itu mengatakan bahwa He Ra sudah lebih dulu mendapatkan job ini.
Ha Ni tidak suka He Ra mendapatkan pekerjaan itu, He Ra memancing rasa cemburu Ha Ni. He Ra berkata bahwa Ha Ni hanya dapat bertemu dengan Seung Jo di lapangan Tenis, sedangkan He Ra bisa bersama dengan Seung Jo sepanjang waktu karena mereka berada di kelas yang sama dan bekerja paruh waktu di tempat yang sama pula.
Ha Ni sedih, ia menceritakan bahwa He Ra telah terlebih dulu mengambil job itu. Kyung Soo mencoba menghibur Ha Ni.
Ha Ni dan Kyung Soo sudah menyelesaikan makan mereka, Seung Jo datang menawarkan hidangan penutup yaitu secangkir teh. Ha Ni bertanya pada Seung Jo, apakah hidangan penutup itu boleh dinikmati besok? Karena besok Ha Ni akan kembali ke restaurant ini. Otomatis Seung Jo berkata tidak boleh. Ha Ni bertanya pada Seung Jo apakah besok ia boleh kembali ke restaurant ini lagi, Ha Ni berjanji bahwa ia tidak akan mengganggu Seung Jo. Seung Jo terpaksa membolehkan hal itu dengan syarat, Ha Ni tidak boleh memberitahukan bahwa Seung Jo bekerja di restaurant ini kepada keluarganya.
Sebelum pulang, Ha Ni menyempatkan diri untuk melihat keadaan Seung Jo. Ha Ni melihat Seung Jo tengah mengobrol bersama He Ra. Ha Ni merasa cemburu, tapi ia senang sudah dapat melihat dan berbicara dengan Seung Jo hari ini.

Ha Ni pulang dengan perasaan sangat senang. Ibu Seung Jo menyuruh Ha Ni untuk segera makan malam.

Ha Ni menceritakan kepada Ibu Seong Jo bahwa Seung Jo bekerja di sebuah restaurant keluarga. Ibu Seung Jo kaget mendengar hal itu. Ibu Seung Jo ingin sekali melihat Seung Jo bekerja, jadi ia merencanakan untuk menyamar agar bisa melihat Seung Jo secara diam-diam.
Keesokan harinya, Seung Jo melayani tamu dengan sangat baik. Para tamu itu menyebutkan pesanannya masing-masing dengan sangat rumit. Tapi, Seung Jo berhasil menghafalnya tanpa perlu mencatat. Cool….
Ha Ni, Ibu Seung Jo dan Eun Jo diam-diam memperhatikan Seung Jo bekerja. Mereka sangat kagum pada Seung Jo.
Eun Jo : Hyung, You’re so cool. (saya Agree.. agree..)
Eun Jo berkata : Apakah benar penyamaran ini tidak akan diketahui oleh Seung Jo?
Ibu Seung Jo : tidak, tidak akan. Seung Jo tidak akan mengenali kita.

Otak Seung Jo itu jenius, Seung Jo engga bakal bisa dibohongin. hehee..

Ibu Seung Jo memanggil Seung Jo : pelayan..
Seung Jo menghampiri ibunya, Seung Jo sebenarnya sudah tahu kalau itu ibunya. akhirnya penyamaran Ha Ni, Ibu Seung Jo dan Eun Jo dapat diketahui oleh Seung Jo.
He Ra datang ke meja Ha Ni, Ibu Seung Jo dan Eun Jo. Ibu Seung Jo kaget melihat He Ra bekerja ditempat yang sama dengan Seung Jo.
Setelah selesai makan, Ibu Seung Jo berbicara pada Seung Jo untuk sering-sering mengunjungi rumah.
Ibu Seung Jo menyuruh Ha Ni untuk selalu berada di dekat Seung Jo.
Ibu Seung Jo : kau harus selalu ke restaurant ini setiap hari.
Ha Ni mengangguk mengiyakan perkataan ibu Seung Jo.
Eun Jo : Kasian sekali Hyung.
Keesokan harinya, Ha Ni kembali ke restaurant tempat Seung Jo bekerja. Ha Ni membawa banyak buku pelajaran, ia akan belajar di restaurant tersebut.
Seung Jo : apakah kau menyewa tempat ini?
Ha Ni : Aku memiliki tugas yang harus dikumpulkan minggu depan
He Ra datang menghampiri Ha Ni dan Seung Jo : Aku yang akan melayaninya.
Seung Jo : ok.

Ha Ni tidak mau dilayani oleh He Ra.
Ha Ni berkata dengan kesal : kenapa kau datang tiba-tiba?
He Ra berkata dengan ramah bahwa ia menghampiri Ha Ni karena sepertinya Ha Ni terlihat sangat ingin memesan makanan. He Ra menanyakan kepada Ha Ni tentang menu yang akan Ha Ni pesan.

Ha Ni menjawab dengan kesal : berikan aku apapun.
He Ra : baiklah, aku mengerti. Tunggulah, mungkin agak sedikit… (He Ra tertawa.. aneh, tokoh antogonis yang selalu tertawa)

Beberapa menit kemudian pesanan Ha Ni datang.
Ha Ni kaget melihat pesanannya datang, beberapa jenis makanan mewah.
He Ra : dapatkah anda menggeser beberapa buku anda yang berserakan di atas meja?
Seraya menggeser beberapa bukunya Ha Ni bertanya : makanan apa ini?
He Ra : ini adalah makanan special dari restaurant kami.

Ha Ni memperhatikan makanan yang dihidangkan He Ra,
Ha Ni : Ini besar. Apakah ini daging bebek?
He Ra : oh, bukan. ini bukan bebek tapi daging ayam. Bukankah tadi kau bilang, boleh membawakanmu pesanan apa saja. Selamat menikmati makanan anda. Terimakasih, terimakasih!

Ha Ni berada di restaurant sampai malam, ia masih belajar di restaurant sampai seluruh pengunjung pergi.
He Ra : pelanggan, haruskah saya memberikan anda lima gelas kopi?
He Ra : Jika kau meminum 6 gelas kopi hitam setiap hari, perutmu akan terasa sangat sakit.
Ha Ni : Terimakasih, apakah kau mengkhawatirkanku? Aku pikir itu tidak akan berefek apapun padaku.
He Ra mencoba menyinggung tentang Ha Ni : Lelaki mana di dunia ini yang menyukai melihat seorang gadis menunggunya terus dan selalu memperhatikannya. Jika aku seorang laki-laki, mungkin aku akan sangat lelah akan hal itu. Baiklah, terus bekerja keras.
Ha Ni kaget sekali, ia harus membayar mahal untuk hidangan hari ini.
Hheheee.. Ha Ni mengeluarkan seluruh uang yang ada di dompetnya, beberapa uang kertas dan banyak uang koin.

Ha Ni ingin sekali mengetahui kapan Seung Jo pulang, maka ia menanyakan hal itu pada kasir. Kasir itu mengatakan bahwa Seung Jo selesai bekerja sekitar pukul 9 malam.

Karena masih jam setengah delapan, Ha Ni menunggu Seung Jo sampai Seung Jo keluar dari restoran.
Dan ternyata bukan hanya Ha Ni saja yang menunggu Seung Jo, tapi He Ra pun melakukan hal yang sama.
Seung Jo dan He Ra pulang bersama, dan hal ini membuat Ha Ni cemburu. Tapi, Ha Ni mencoba meyakinkan dirinya bahwa Seung Jo dan He Ra mungkin tinggal di lingkungan yang sama.
Tapi ternyata, Seung Jo dan He Ra tidak hanya tinggal di lingkungan yang sama tapi juga di apartemen yang sama.

Ha Ni sangat shock melihat hal itu.

Ha Ni sampai di rumah dengan perasaan sangat sedih. Ibu Seung Jo menanyakan keadaan Ha Ni, tapi Ha Ni mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.
Di kamar, Ha Ni terus memikirkan Seung Jo dan He Ra. Ha Ni membayangkan hal negatif yang terjadi di antara Seung Jo dan He Ra.
Pagi harinya, Ha Ni tidak tidur semalaman ia terlihat sangat pucat. Ibu Seung Jo menyarankan pada Ha Ni untuk tidak pergi ke kampus, tapi Ha Ni berkata semua akan baik baik saja. Ibu Seung Jo menambahkan bahwa bila keadaan Ha Ni bertambah parah, Ha Ni bisa menyuruh Seung Jo untuk mengantarkannya pulang.
Ha Ni terlihat sangat lemas dan pucat, sahabat-sahabat Ha Ni menanyakan keadaan Ha Ni. Sahabat Ha Ni menanyakan apakah Ha Ni seperti ini karena Seung Jo. Ha Ni berkata pada teman-temanya bahwa dirinya akan menyerah untuk mendapatkan Seung Jo, kedua sahabat Ha Ni tidak percaya mendengar hal itu. Ha Ni menceritakan apa yang ia lihat semalam, bahwa He Ra dan Seung Jo tinggal bersama.
Kedua sahabat Ha Ni sangat prihatin atas apa yang menimpa hati.
Jam pelajaran di mulai, Ha Ni melihat ke tempat duduk yang biasa di duduki oleh Seung Jo. Tapi yang Ha Ni dapati hanya bangku kosong.
Haha.. ternyata bukan hanya Ha Ni saja yang mencari Seung Jo. Seung Jo pun melakukan hal yang sama, ia melihat ke sekelilingnya mencoba menemukan Ha Ni.
Di lapangan tennis, Kyung Soo sedang melatih para anggota club. Saat berlatih tenis, Ha Ni pun merasa tidak bersemangat, pikiran dan hatinya masih belum bisa melupakan kejadian yang terjadi kemarin malam. Kyung Soo memperingatkan Ha Ni untuk tetap fokus.
Di restaurant tempat Seung Jo bekerja, Seung Jo melihat ke sekelilingnya, uwah Seung Jo mencari Ha Ni.

Di kampus, Ha Ni termenung sendiri sedangkan kedua sahabatnya heboh bergosip.

Karena tidak tega melihat Ha Ni seperti itu, kedua sahabat Ha Ni memutuskan untuk berbicara langsung pada Seung Jo.
Kedua sahabat Ha Ni memanggil Seung Jo : Seung Jo! Siapa kau? Sudah sejak lama kita berteman. Kau tau siapa kami. Kami teman Oh Ha-ni. Kau memiliki IQ 200, tapi kau tidak dapat mengingat hal itu? Kita tidak berada di kelas yang sama tapi kita melanjutkan ke perguruan tinggi yang sama.
Seung Jo : Aku segera menghapus data-data yang lama. Ah, aku ingat. Kalian memiliki level otak yang sama dengan Ha Ni, bukankah begitu?
Akhirnya Seung Jo mengingat nama teman-teman Ha Ni.

Seung Jo menanyakan ada masalah apa?
Sahabat Ha Ni berkata bahwa hal ini masih tentang Ha Ni : Sudah sejak sepuluh hari yang lalu, Ha Ni seperti baru saja pergi dari neraka dan kembali. Sebagai teman, Aku tidak dapat duduk diam dan melihat Ha Ni seperti itu.

Seung Jo : Sebenarnya apa yang kalian ingin katakan?
Kedua sahabat Ha Ni berkata secara bersamaan : tinggallah bersama! (ha? tinggal bareng?!)

Kedua sahabat Ha Ni berkata pada Seung Jo dengan nada tinggi bahwa kemarin malam Ha Ni mengikuti Seung Jo dan He Ra, ia menunggu Seung Jo di jalan lebih dari satu jam.

Kedua sahabat Ha Ni menyuruh agar Seung Jo berkata jujur. Tapi setelah Seung Jo berkata bahwa ia akan mengatakan hal yang sebenarnya pada Ha Ni, kedua sahabat Ha Ni baru menyadari bahwa Ha Ni adalah tipe orang yang sensitif. Kedua sahabat Ha Ni mengatakan bahwa mereka tidak bermaksud agar Seung Jo berhenti menyukai He Ra.

Setelah kedua teman Ha Ni pergi Seung Jo tersenyum, sepertinya ia tidak menganggap serius dengan apa yang dikatakan oleh mereka.

(Yummy..)
Di kafe, Joon Gu membawakan banyak makanan untuk Ha Ni, mereka sengaja melakukan hal ini agar Ha Ni senang.
Kedua sahabat Ha Ni memberikan nasehat agar Ha Ni menjaga kesehatan tubuhnya dan mulai mencari cinta yang baru. Kedua sahabat Ha Ni berkata bahwa Ha Ni harus melihat ke sekelilingnya bahwa tidak hanya ada satu lelaki saja di dunia ini.
Sudah dua minggu Ha Ni tidak bertemu atau melihat Seung Jo, bila Ha Ni tidak berusaha untuk mengetahui dimana Seung Jo berada pastinya tidak ada jalan lain untuk mereka dapat bertemu.
Seung Jo datang. hahaa. akhirnya.
Seung Jo : sedang apa kau di sini? apakah kau menunggu seseorang? Lama tidak bertemu. Aku tidak pernah melihatmu akhir-akhir ini. (ternyata Seung Jo nyari juga he)

Ha Ni gugup, ia berusaha menghindari Seung Jo. Ha Ni pamit untuk pergi, tapi Seung Jo mencegahnya. Seung Jo berkata untuk menemaninya sebentar karena ia sedang menunggu seseorang.
Ha Ni mengiyakan.

Ha Ni bertanya pada Seung Jo tentang makanan, Seung Jo berkata bahwa ia kadang makan ditempatnya kerja atau ada seseorang yang memasakannya.
Ha Ni cemburu mendengar hal itu. Ha Ni berkata bahwa bukankah saat tinggal di daerah yang asing akan terasa sangat kesepian?. Seung Jo menjawab bahwa ia dekat dengan He Ra jadi tidak terlalu sepi. Lagi-lagi Ha Ni merasa sakit hati. Seung Jo kalau ngomong asal. T.T
Seorang anak perempuan datang menghampiri Seung Jo dan Ha Ni, ternyata yang baru saja datang adalah anak didik Seung Jo. Seung Jo mengajari gadis itu pelajaran matematika. Gadis itu langsung mengenali Ha Ni saat ia melihat Ha Ni. Gadis itu berkata bahwa sangat mudah untuk mengenali Ha Ni karena He Ra telah menceritakan tentang Ha Ni pada gadis itu. Ha Ni bertanya tentang apa yang diceritakan He Ra mengenai dirinya. Gadis itu berkata bahwa Ha Ni tidak pintar tapi berhasil masuk 50 besar saat SMA dan hal itu telah menjadi legenda.
Beberapa menit kemudian, He Ra datang. Gadis itu langsung menghampiri He Ra, gadis itu berkata pada Ha Ni bahwa He Ra adalah guru bahasa inggrisnya dan Seung Jo yang mengajarinya matematika. Gadis itu terus saja berbicara bahwa Seung Jo dan He Ra datang ke rumahnya 3 kali dalam seminggu dan ibunya sangat menyukai mereka, engga jarang ibu gadis itu memasakkan makanan untuk Seung Jo dan He Ra.
Ha Ni mengerti bahwa ternyata rasa cemburunya itu tidak beralasan, Seung Jo sebenarnya tidak tinggal dengan He Ra, tapi saat Ha Ni mengikuti mereka, Seung Jo dan He Ra sedang berada di rumah gadis itu untuk sebuah les privat. Ha Ni merasa malu dengan apa yang dipikirkannya, ia juga sangat senang bahwa hal yang ia pikirkan adalah tidak benar.
Ha Ni membuat coklat special untuk Seung Jo. Saat tengah menyiapakan chocolate untuk Seung Jo, Ha Ni membayangkan— Seung Jo dan Ha Ni berada di sebuah taman, kemudian Ha Ni memberikan chocolate buatannya, Seung Jo sangat senang sekali menerima chocolate buatan Ha Ni dan Seung Jo memberikan sebuah cincin untuk Ha Ni, Hahaa.. sayangnya itu cuma bayangan.—-
Ha Ni ingin pergi menemui Seung Jo, tapi hujan sangat deras sekali sedangkan Ha Ni tidak membawa payung. Ha Ni memang bernasib malang, taxi yang tengah ditumpanginya pun ternyata mogok. Akhirnya Ha Ni memutuskan untuk berjalan dari tempat taxi mogok sampai restoran tempat Seung Jo bekerja.
Ha Ni sampai di restoran tempat Seung Jo bekerja dengan keadaan basah kuyup. Seung Jo sedikit tidak mempedulikannya. He Ra memberikan kopi kepada Ha Ni. Ha Ni menggigil kedinginan dan saat Ha Ni mencoba untuk berdiri tiba-tiba ia jatuh pingsang.

Seung Jo : Ha Ni, Oh Ha Ni. (Seung Jo mengguncang-guncangkan badan Ha Ni tapi Ha Ni tidak kunjung sadar)
Akhirnya Seung Jo membawa Ha Ni ke ruang manager.

Manager menanyakan keadaan Ha Ni dan Ha Ni menjawab bahwa ia baik-baik saja. Tapi, manager itu menyarankan pada Seung Jo untuk pulang dan membawa Ha Ni bersamanya.
Seung Jo hendak mengantarkan Ha Ni pulang ke rumah keluarga Seung Jo, tapi saat hujan deras seperti ini tidak ada angkutan umum yang beroperasi, akhirnya Seung Jo memutuskan untuk membawa Ha Ni ke apartementnya.

Di apartement Seung Jo (Seung Jo tipe cowok yang rapih. suka deh.)
Ha Ni : apakah He Ra pernah datang ke sini?
Seung Jo : tidak, kau orang pertama yang datang ke tempat ini.
Ha Ni tersenyum.
Seung Jo melemparkan handuk ke arah Ha Ni, Ha Ni mencium handuk itu, Ha Ni berkata : wangi Baek Seung Jo.
Seung Jo mendengarnya : Apa? bau ku? Handuk itu baru. (Hahaa.. )

Seung Jo menelpon ibunya, ia memberitahukan ibunya untuk segera menjemput Ha Ni karena Seung Jo bersama Ha Ni saat ini. Ibu Seung Jo senang sekali mendengar Seung Jo dan Ha Ni bersama. Karena tidak ingin mengganggu mereka, maka Ibu Seung Jo berkata bahwa ia tidak mau menjemput Ha Ni dengan alasan hujan deras. (baguuus.. he.)

Di restaurant ayah Ha Ni.

Telepon berdering dan Joon Gu mengangkatnya. Ternyata yang menelpon adalah Ibu Seung Jo. Ibu Seung Jo ingin berbicara dengan Ayah Ha Ni, tapi Joon Gu bilang kalau Ayah Ha Ni sedang sibuk. Ibu Seung Jo menyampaikan pesan pada Joon Gu untuk Ayah Ha Ni. Ibu Seung Jo menceritakan bahwa sekarang Seung Jo dan Ha Ni sedang bersama dan Ha Ni akan menginap di apartemen Seung Jo. Joon Gu schock mendengar hal itu.
Joon Gu bertanya pada Ayah Ha Ni dimana tempat Seung Jo bekerja, ckckc.. kasian Joon Gu. Sesampainya di restoran tempat Seung Jo bekerja, Joon Gu basah kuyup dan manager sedikit takut untuk menolong Joon Gu.

Waktunya tidur XD
Ha Ni : Baiklah, aku akan tidur di lantai dan kau akan tidur di kasur.

Seung Jo : Tentu saja.
Ha Ni : Seharusnya kau tidak bilang seperti itu, kau seharusnya mengatakan pada anak perempuan –”kenapa kau bicara seperti itu, biar saja aku yang akan tidur di lantai dan kau tidur di atas kasur”–
Seung Jo : Aku tidak akan mengucapkan hal itu.

Ha Ni : Dasar kau bukan manusia, lelaki bodoh.
Seung Jo : apa?!

Akhirnya Seung Jo tidur di lantai dan Ha Ni tidur di atas kasur.
Ha Ni : Hey.
Seung Jo : Apa?!
Ha Ni : Bisakah kau mematikan lampu?
Seung Jo : Aku tidak bisa tidur bila lampu menyala.
Ha Ni : Aku tidak bisa tidur bila lampu mati.
Akhirnya Seung Jo menyalakan lampu.

Ha Ni : Hey.
Seung Jo: apa lagi sekarang?!
Ha Ni : apakah kau kedinginan?
Seung Jo : tentu saja, punggungku terasa dingin. Sudah! tidurlah.
Ha Ni : tapii..

Karena risih mendengar Ha Ni yang tidak kunjung tidur, Seung Jo berkata : baiklah, aku akan tidur disampingmu.
Hehee.. Seung Jo tidur di samping Ha Ni. Tapi, ternyata Seung Jo pun tidak bisa tidur.

Seung Jo : apa kau gugup?
Ha Ni : kenapa kau tanya seperti itu.

Seung Jo : tenang saja aku tidak akan melakukan apapun padamu.

Cute cute.. ^ ^

To be continued….

sinopsis naughty kiss episode 9

Ha Ni berlari dengan Seung Jo ia berkata pada dirinya sendiri “Baek Seung Jo berlari bersama ku sekarang. Oh, aku tidak percaya.”

Kedua laki-laki itu terus mengikuti Seung Jo dan Ha Ni, sampai akhirnya Ha Ni dan Seung Jo bersembunyi di sebuah toko dan mereka berhasil lolos dari kejaran orang-orang itu.

Seung Jo berkata pada Ha Ni, “Terimakasih telah memberikanku pengalaman seperti ini, aku tidak pernah memikirkan pengalaman seperti itu.” Ha Ni tersenyum senang sekali mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Seung Jo.
Ha Ni bertanya pada Seung Jo “Jadi, apakah kau tau bahwa kami mengikutimu?”
Seung Jo : “Sangat bodoh bagiku bila tidak mengetahui bahwa kalian mengikuti kami.”

Ha Ni : “Aku tidak memiliki pilihan. Saat mengetahui bahwa kau akan akan menonton bersama He Ra. Aku tidak dapat berbuat apa-apa.”

Seung Jo : “Apakah kau ingin pergi ke suatu tempat?”
Ha Ni : “Apa?”
Seung Jo : “Aku bertanya padamu, apakah kau mau pergi ke suatu tempat?”

Dan hasilnya, Seung Jo dan Ha Ni pergi ke danau (mirip danau toba, haha.. airnya ijo.)
Seung Jo dan Ha Ni naik sebuah perahu bebek (namanya apa iah? saya lupa) Secara engga langsung Seung Jo mengajak Ha Ni kencan.

Seung Jo mengayuh dayung, Ha Ni terus menatap Seung Jo. Ha Ni masih merasa tidak percaya, ia bersama Seung Jo saat ini. Ha Ni merasa ini adalah hari yang paling menyenangkan. Dan Ha Ni amat sangat senang..

Ha Ni : “Di sini adalah rekreasi untuk keluarga. Dan kita seperti seorang sepasang kekasih.”
Seung Jo : “Tentu saja. Ada rumor yang mengatakan bahwa kita adalah pasangan yang putus setelah 6 bulan. Rumor itu sangat terkenal.” (ini rumornya ibu seung jo haha)

Seung Jo: “Setelah semuanya, kita tidak akan baik lagi dan kita tidak memiliki hubungan apa-apa.”

Ha Ni khawatir “Ayo, kita turun dari sini.” Ha Ni mencoba untuk turun dari perahu dayung itu, ia berdiri di atas perahu hingga membuat keseimbangan kapal menjadi kacau dan alhasil Ha Ni terjatuh ke danau. (Haha..) Semua orang panik melihat kejadian itu dan Seung Jo mencoba menolong Ha Ni.

Setelah terjatuh ke danau, di sebuah taman, Ha Ni mengeringkan rambutnya dan ia menggantung bajunya di kursi taman. Seung Jo datang dan memberikan sebuah bungkusan yang isinya berupa sebuah kaos. Seung Jo berkata bahwa itu kaos murah tapi lebih baik. Tentu saja, Ha Ni senang sekali mendapatkan kaos dari Seung Jo.

Seung Jo : “Itu di jual di atas kapal. Apa kau tidak menyukainya.”
Ha Ni: Apakah itu sama dengan yang dipakai dengan Seung Jo.
Ternyata Seung Jo memberikan couple shirt. hehee..

Seung Jo memberikan sebuah hamburger pada Ha Ni. Ha Ni berkata bahwa ia sangat lapar. Dan Seung Jo memberikan sebuah minuman pada Ha Ni. Ha Ni merasa bahwa hamburger yang diberikan Seung Jo lebih enak dari pada makanan Prancis.
Seung Jo berkata “Makanlah, jangan dilihat saja.”
Ha Ni berkata “Mengapa kau menolongku dan berlari bersamaku sedangkan kau sedang bersama dengan He Ra.” Ha Ni mencoba mencari tahu apa alasan Seung Jo menyelamatkan Ha Ni saat di gedung teater itu dan bukankah Seung Jo sedang bersama He Ra saat itu.

Seung Jo : karena kau adalah orang terdekatku.
Ha Ni : “Terimakasih”

Ha Ni berkata bahwa ia selalu dalam masalah dan selalu membuat masalah.
Seung Jo “aku tidak pernah memiliki pengalaman yang menyusahkan dalam hidup. Tapi, saat kau datang dan membawa sesuatu hal yang berbeda untukku. “
Semua terlihat sangat menyenangkan saat Ha Ni datang. Dan Seung Jo mendapatkan pelajaran dari hal itu.

Ha Ni : Jadi,karena kau membenciku, kau mencoba lari dariku. tapi kau merubah pikiranmu dan kau bersamaku sekarang.
Ha Ni kaget dengan kata-katanya sendiri, Ha Ni “Apakah kau akan bersamaku?”
Seung Jo : “Bagaimana kau dapat menyimpulkan seperti itu?
Seung Jo “Aku berkata bahwa aku tidak menyukaimu tapi aku juga tidak membencimu, tapi berada didekatmu bukan hal yang mudah untukku.”

Ha Ni senang sekali dengan pernyataan Seung Jo bahwa Seung Jo tidak membencinya, Ha Ni berkata bahwa sejak SMA, Ha Ni hanya menyukai Seung Jo. Ha Ni memeluk lengan Seung Jo. Ha Ni mengungkapkan isi hatinya bahwa ia tidak bisa memasak dan ia juga bukan orang yang cantik. Ha Ni berkata bahwa ia akan selalu menjadi yang terbaik.

Seung Jo : “benarkah? aku mengharapkannya. Kau harus lebih pintar dariku. Aku sangat mengharapkan hal itu terjadi. Ujian semester sebentar lagi. Kau harus melakukan hal yang terbaik di ujian tengah semester.”

Ha Ni tidak yakin ia akan mendapatkan hasil yang terbaik saat ujian tengah semester itu, Ha Ni berkata bagaimana kalau ia mendapatkan C.
Seung Jo : C? Bagaimana mungkin C?
Ha Ni: Bagaimana kalau C plus? (sama aja boong ahahaa..)

Ha Ni merasa bahwa kata-kata Seung Jo selalu jahat tapi senyumnya sedikit berbeda dari sebelumnya. Dan Ha Ni merasa bahwa Seung Jo mulai dekat dengannya.

Seung Jo mengantarkan Ha Ni sampai rumah.

Ha Ni : “terimakasih kau telah mengantarkanku pulang. ini seperti kencan sungguhan.
Seung Jo : apakah kau baik-baik saja tinggal di sini?
Ha Ni : Seperti sebuah rumah tamu. ini sangat kecil, tapi dapat dimaklumi. Kami akan tinggal di sini sampai rumah kami selesai dibangun.
Di restaurant,Kyung Soo bersama He Ra. Kyung Soo sangat gugup dekat dengan He Ra. Ia memberanikan diri untuk berbicara pada He Ra, Ia meminta agar He Ra mendengarkannya karena ia sangat sulit berbicara karena gugup.

Kyung Soo memberitahu He Ra tentang perasannya. Bahwa ia selalu memikirkan He Ra, tapi He Ra tidak ingin mendengarkan perkataan Kyung Soo ia pamit untuk segera pergi dengan alasan kepalanya terasa pening. Tentu saja, Kyung Soo sangat sedih. Ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ia bukan orang yang pantas untuk He Ra, tapi ia telah berusaha untuk tidak memikirkan He Ra, tapi ia tidak dapat melakukan hal itu.

Ha Ni berada di kamarnya, ia tersenyum sendiri mengingat apa yang telah dilakukannya seharian antara dirinya dengan Seung Jo. Ayah mengetuk pintu dan ia masuk ke dalam kamar. Melihat Ha Ni tersenyum sangat senang, Ayah Ha Ni menanyakan apakah ada hal yang menyenangkan hari ini?
Ha Ni : tidak. ada apa memang? (Ha Ni terus tersenyum pada dirinya sendiri).
Ayah : aku berharap ada hal yang baik untuk kita.
Ha Ni : apa yang terjadi?

Ayah Ha Ni sebenarnya ingin memberitahukan pada Ha Ni untuk kembali tinggal di rumah Seung Jo. Tapi, ia tidak dapat mengatakan hal itu karena ia merasa hal itu akan kembali menyakitkan Ha Ni.

Teman-teman Ha Ni datang ke tempat Ha Ni untuk mengunjungi Ha Ni. Joon Gu menyambut mereka. Teman-teman Ha Ni menggoda Joon Gu karena Joon Gu berubah menjadi cool. Teman-teman Joon Gu menasihatinya Joon Gu agar lebih mengerti tentang wanita. Mereka menjelaskan alasa-alasan, mengapa Joon Gu tidak disukai oleh Ha Ni..

Di kampus, He Ra berbincang dengan Seung Jo. Mereka menanyakan keadaan mereka masing-masing setelah kejadian kemarin.
Di lapangan tennis, Kyung Soo memperlihatkan foto-foto He Ra pada Ha Ni. Kyung Soo menanyakan apa yang terjadi kemarin pada Ha Ni. Ha Ni berkata bahwa tidak terjadi apa-apa dan ia balik menanyakan kepada Kyung Soo apakah Kyung Soo melewati kencan yang menyenangkan dengan He Ra. Kyung Soo menceritakan yang sebenarnya ia tidak kencan, ia hanya makan bersama He Ra.

Ha Ni merasa kesal pada Kyung Soo, bahwa seharusnya ia mendapatkan kesempatan yang bagus untuk berkencan dengan He Ra kemarin. Kyung Soo memberitahukan pada Ha Ni bahwa sebenarnya ia ingin mengungkapkan perasaannya pada He Ra, tapi saat ia melihat He Ra tiba-tiba saja otaknya langsung kosong. Ha Ni mencoba untuk menasehati Kyung Soo untuk tidak terlihat memalukan di depan He Ra.

Masing-masing mereka berpura-pura menjadi orang yang mereka sukai. Ha Ni berpura-pura menjadi He Ra, agar Kyung Soo dapat berlatih tidak gugup di depan He Ra. Dan bergantian, Kyung Soo berpura-pura menjadi Baek Seung Jo, agar Ha Ni dapat menyatakan rasa sukanya pada Seung Jo. Tapi, hasilnya nol besar masing-masing dari mereka tidak dapat melakukan apapun.

Dan lucunya, Ha Ni bahkan menyuruh Kyung Soo untuk melakukan seperti yang dulu Seung Jo lakukan saat Seung Jo pertama kali mencium Ha Ni (episode 6).

Tapi, para anggota club tennis melihat hal itu dan membuat rumor baru bahwa Ha Ni dan Kyung Soo memiliki hubungan. Parahnya, Seung Jo melihat juga hal itu. Ha Ni khawatir, ia tidak ingin hubungannya dengan Seung Jo memburuk lagi.

Ha Ni menghampiri Seung Jo, ia mencoba menjelaskan semuanya tapi Seung Jo malah tidak memperdulikannya.

Ha Ni tiba di rumah tiba-tiba ia mendengar sesuatu benda jatuh, Ha Ni pergi ke ruang keluarga untuk mengecek apa yang sedang terjadi. Dan Ha Ni mendapati Eun Jo terbaring kesakitan di lantai. Eun Jo jatuh dari tangga, Ha Ni panik, Ayah dan Ibu Seung Jo sedang berada diluar kota, jadi tidak ada siapapun di rumah itu. Ha Ni mencoba menelpon Seung Jo. Dan Seung Jo berkata bahwa Ha Ni harus tenang dan tetap menjaga Eun Jo sampai mobil ambulance datang.
Di rumah sakit, Seung Jo berterimakasih pada Ha Ni atas semua bantuannya sehingga Seung Jo bisa diselamatkan. Ha Ni mencoba menjelaskan tentang rumor yang beredar bahwa hal itu tidak benar, Seung Jo mengerti sebenarnya ia telah mendengar cerita yang sebenarnya.
Ha Ni datang mengunjungi Eun Jo di rumah sakit. Di ruang rawat inap itu ada ibu Seung Jo yang sedang menunggui Eun Jo. Tapi Eun Jo terlihat tidak senang melihat kedatangan Ha- Ni. Eun Jo berkata bahwaHa Ni selalu tidak pernah absen untuk menjenguknya.

Ha Ni : Seung Jo belum datang?
Eun Jo : semua tentang Seung Jo?
Ibu Seung Jo : kau tidak boleh berbicara sepert itu. (Ibu Seung Jo kepada Eun \Jo)
Ibu Seung Jo : dia akan segera datang. Itu berarti Ha Ni akan kembali ke rumah lagi.
Seung Jo datang “lagi?”
Ha Ni : kau datang?
Seung Jo menanyakan kabar Eun Jo.

Di ruang tunggu, Ayah Ha Ni, Ayah Seung Jo dan Ibu Seung Jo saling berbicara mengenai anak-anak mereka. Ibu dan Ayah Seung Jo berkata bahwa akan sangat buruk jadinya, bila Ha Ni tidak menolong Eun Jo saat itu jug. Mereka juga membicarakan tentang rumah Ha Ni yang dulu.

Ayah Seung Jo memberikan sebuah buku tabungan. Sebenarnya buku tabungan itu adalah milik Ayah Ha Ni, ia memberikan tabungan itu pada keluarga Seung Jo untuk membayar uang sewa selama ia tinggal di rumah keluarga Seung Jo. Tapi, sekarang Ayah Seung Jo mengembalikan uang itu lagi, untuk membantu Ayah Ha Ni. Ayah Ha Ni tidak ingin menerima uang itu lagi, tapi ayah dan ibu Seung Jo memaksanya untuk mengambil tabungan itu kembali untuk membangun restaurant keluarga Ha Ni.

Ibu Seung Jo juga memohon agar Ha Ni dan Ayahnya dapat kembali tinggal di rumah mereka. Ibu Seung Jo memberitahukan bahwa sesungguhnya Ha Ni dan Seung Jo sedang menjalin hubungan, tapi mereka berdua menyembunyikannya dari orang tua mereka. Ibu Seung Jo memberitahu bahwa Seung Jo dan Ha Ni telah berciuman dan Seung Jo yang memulai pertama kali.

Ha Ni datang untuk menjenguk Eun Jo. Eun Jo “kau datang lagi.”
Ha Ni menyapa teman sekamar Eun Jo. Ha Ni membawakan makanan untuk Eun Jo. Dan hehee.. Ha Ni sulit sekali untuk mengucapkan nama teman Eun Jo. Namanya No Ri.

Eun J o menanyakan pada No Ri, apakah No Ri sudah lama tinggal di rumah sakit ini. No Ri menjawab bahwa ia sudah tinggal sekitar satu tahun dua bulan lebih. Ha Ni memberikan kue pada No Ri dan No Ri sangat senang sekali. No Ri cute friendly heheee..

Di restaurant, Ayah Ha Ni tengah mempersiapkan hidangan restaurantnya, tiba-tiba Joon Gu datang datang dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Ha Ni. Ayah Ha Ni tidak ingin memberitahukannya kemudian menyuruhnya untuk kembali bekerja.

Dokter memeriksa keadaan No Ri (teman sekamar Eun Jo) Seung Jo, Ha Ni dan Eun Jo memperhatikan dokter itu saat memeriksa No Ri. Ternyata No Ri demam tinggi karena bermain dengan Seung Jo, Ha-ni dan Eun Jo. Ha Ni meminta maaf atas apa yang telah terjadi. Tapi, No Ri merasa sangat senang karena dapat belajar banyak dari Baek Seung Jo dan dapat tertawa karena Ha Ni noona.

Ha Ni dan Seung Jo berjalan-jalan keluar rumah sakit. Ha Ni bertanya pada Seung Jo, sebenarnya No Ri memiliki penyakit apa? Seung Jo menjawab bahwa hanya ada sedikit masalah pada kesehatannya. Ha Ni merasa prihatin dengan keadaan No Ri.

Ha Ni bertanya apa yang dapat dilakukan Seung Jo untuk membantu No Ri. Ha Ni berandai andai, mungkin Baek Seung Jo dapat menjadi seorang dokter untuk No Ri. Seung Jo berkata bahwa itu adalah pemikiran aneh Ha Ni.

Di kampus, Ha Ni bercerita pada teman-temannya bahwa ia dapat selalu dekat dengan Seung Jo. Di rumah sakit, mereka selalu bersama-sama karena ibu mereka meninggalkan mereka berdua seharian.

Ha Ni dan Seung Jo bermain-main dengan Eun Jo dan No Ri, mereka berputar putar dengan kursi roda dan salah satu suster yang melihat hal itu menegur mereka.

No Ri merayakan ulang tahunnya di ruang rawat inap bersama dengan Seung Jo, Eun Jo dan Ha Ni.

Sudah saatnya Eun Jo keluar dari rumah sakit. Scene ini cukup mengharu biru, hehee.. perpisahan antara No Ri dan Eun Jo. Kasian No Ri harus sendirian lagi di rumah sakit
Eun Jo sudah dapat keluar dari rumah sakit, tapi ia harus berpisah dengan No Ri dan itu sangat menyedihkan. No Ri awalnya tidak menangis tapi akhirnya ia menangis sendirian.
Keluarga Seung Jo menyambut kedatangan Eun Jo dari rumah sakit, bukan hanya itu saja mereka juga merayakan pindahnya kembali Ha Ni ke rumah mereka. Eun Jo tidak terima bila Ha Ni harus tinggal lagi bersama keluarganya, karena Eun Jo akan kembali kehilangan kamarnya.

Ha Ni membantu ibu Seung Jo di dapur, mereka selesai membersihkan piring. Ibu Seung Jo menyuruh Ha Ni untuk segera tidur. Tiba-tiba Eun Jo datang, ia ingin mengambil minum. Eun Jo mengucapkan terimakasih pada Ha Ni karena ia telah melakukan banyak hal untuknya akhir-akhirnya. Cara Eun Jo mengucapkan terimakasih pada Ha Ni terlihat lucu, hahaaa… dia bilang terimkasih sambil lari.

Ha Ni melihat Seung Jo berada di luar, Seung Jo sedang duduk di teras depan rumah.
Ha Ni : kau ada di sini rupanya.
Ha Ni ikut duduk di sebelah Seung Jo. Dan mereka saling memandang satu sama lain tanpa berbicara apapun. So sweet.
Di restaurant Joon Gu sedang sibuk membuat kue, Ha Ni dan ayahnya datang. Joon Gu menyuruh Ha Ni dan ayahnya untuk kembali ke kamar mereka masing-masing terlebih dahulu, karena Joon Gu akan mempersiapkan kue untuk mereka. Kasian, Joon Gu, nasibnya selalu patah hati.

Joon gu memperlihatkan hasil masakannya, ia mengambilkan beberapa bagian untuk Ha Ni dan ayahnya. Ha Ni dan Ayahnya sebenarnya ingin memberitahukan pada Joon Gu bahwa mereka akan kembali pindah ke rumah Seung Jo. Tapi, mereka tidak tega untuk mengucapkan hal itu pada Joon Gu. Dan akhirnya Ayah Ha Ni memberitahukan pada Joon Gu bahwa mereka pindah. Joon Gu tetap tersenyum tapi raut wajah sedihnya sangat terlihat. Sediiih. Kasian Joon Gu.

Di kamar mandi, Ha Ni merasa bersalah pada Joon Gu tapi ia juga sangat senang dapat kembali ke rumah Seung Jo dan dapat dekat kembali dengan Seung Jo. Ha Ni mencari underwearnya, (ha?) tadi ia telah membawanya ke kamar mandi tapi tidak ada. Ha Ni mencarinya diluar kamar mandi dan saat Ha Ni membuka pintu kamar mandi, Seung Jo langsung menyerahkan underwear itu di depan muka Ha Ni dan seperti kebiasaan Seung Jo, dia mencemooh Ha Ni. Seung Jo bilang Ha Ni terlalu kurus dan ia tidak memiliki tubuh yang bagus.

Ha Ni menuduh Seung Jo mencuri underwearnya tapi Seung Jo mengatakan bahwa Ha Ni telah menjatuhkannya di lantai tadi. Ha Ni kesal dan sedih karena Seung Jo mengolok-oloknya. Tanpa sengaja ayah Seung Jo melihat Ha Ni yang hanya memakai handuk dan Seung Jo yang berada di dekatnya, otomatis ayah Seung Jo berpikir hal yang tidak-tidak. Ayah Seung Jo berkata bahwa kedekatan mereka memang sangat baik, tapi sebelum menikah sebaiknya mereka tidak melakukan hal itu. Hahaaa.. Ha Ni malu dan ia langsung masuk kamar mandi lagi. Seung Jo tersenyum diam-diam.

Seung Jo diantar pakai mobil oleh ayahnya, di mobil ayahnya menanyakan apa yang akan ia lakukan setelah lulus dari kuliahnya. Ayah Seung Jo menawarkan agar Seung Jo terjun ke dunia bisnis, tapi Seung Jo tidak memiliki minat untuk melakukan hal itu.
Ha Ni naik sepeda ke kampusnya, ia bertemu dengan Seung Jo dan Ha Ni menyapa Seung Jo, tapi Seung Jo diam saja. Ha Ni sangat penasaran tentang Seung Jo, apakah Seung Jo benar-benar tertarik padanya atau tidak. Ha Ni menceritakan hal itu pada teman-temannya, dan salah satu temannya mempunyai cara untuk mengetahui hal itu. Cara untuk mengetahui apakah Seung Jo suka padanya atau tidak, cara itu disebut YAWNING METHODE
Jam pelajaran bahasa inggris. Ha Ni mengingat-ingat apa yang dikatakan temannya tentang YAWNING METHODE, teman Ha Ni bilang bila Seung Jo menyukai Ha Ni maka Seung Jo akan mengikuti Ha Ni. Ha Ni menguap, Ha Ni melirik ke arah Seung Jo apakah YAWNING METHODE itu benar. Dan tanpa Seung Jo sadari ia juga menguap. hehee.. Ha Ni senang sekali melihat hal ini tapi.. setelah Ha Ni memperhatikan semua orang yang ada di kelas mereka semua menguap. Hahaa.. Itu karena pelajaran bahasa Inggris yang disampaikan dosen sangat membosankan.

 

Seung Jo berbincang-bincang dengan He Ra, He Ra membicarakan tentang mereka tapi Seung Jo malah menceritakan tentang Ha Ni bahwa sejak kedatangn Ha Ni semua jadi terasa berbeda untuknya. Seung Jo mengucapkan terimakasih kepada He Ra, karena He Ra sudah mau mendengarkannya. He Ra tersenyum tapi raut kesedihan tetap ada di wajahnya.

Di rumah, Ha Ni membantu ibu Seung Jo bekerja mereka berdua terlihat sangat akrab. Ibu Seung Jo menyuruh Ha Ni untuk mengambilkan pakaian Eun Jo di kamar Seung Jo. Saat Ha Ni sedang mengambil baju Eun Jo dikamar Seung Jo, tanpa sengaja ia melihat koran di atas tempat tidur Seung Jo. Ha Ni ingin tahu tentang koran itu, akhirnya ia membaca koran itu. Dan Ha Ni menemukan beberapa tanda dikolom pencarian pekerjaan. Seung Jo menandai beberapa pekerjaan paruh waktu di koran itu dan beberapa rumah sewaan.

Seung Jo masuk ke kamarnya, ia melihat Ha Ni sedang membaca koran. Ha Ni kaget melihat kedatangan Seung Jo. Ha Ni berkata bahwa ia mendengar berita dari Kyung Soo bahwa Seung Jo akan meninggalkan rumah ini. Dan Seung Jo menjawab bahwa hal itu benar. Ia akan meninggalkan rumah ini. Ha Ni kaget mendengar hal itu, Ha Ni menanyakan lagi apakah semua ini karena kepindahan Ha Ni ke rumah Seung Jo. Seung Jo menjawab bahwa itu tidak ada kaitannya dengan Ha Ni.

Ibu Seung Jo mendengar tentang hal itu dan ia kaget mendengar Seung Jo akan pindah dari rumah. Seung Jo, Ibu Seung Jo dan ayah Seung Jo berbicara mengenai perihal itu dengan Seung Jo. Ternyata alasan Seung Jo pindah dari rumah adalah karena ia ingin hidup mandiri dan tidak bergantung dengan siapapun. Ibu Seung Jo bertanya apakah ini ada kaitannya dengan Ha Ni. Seung Jo menjawab bahwa ini tidak ada kaitan sama sekali dengan Ha Ni, Seung Jo ingin mengatur hidupnya sendiri dan dapat mandiri. Ayah Seung Jo mengerti hal itu dan mengizinkannya, tapi ibu Seung Jo masih berat hati untuk menyetujui hal itu.

Dan ternyata Ha Ni diam-diam mendengar pembicaraan mereka. Ha Ni sangat sedih, khawatir dan kecewa. Apa jadinya hidup Ha Ni bila harus berpisah dengan Seung Jo?

sinopsis naughty kiss episode 8

Pembukaan pertama dari episode kali ini adalah flashback tentang semua hal besar dan kecil yang dialami antara Seung Jo dan HaNi. Ha Ni berkata bahwa masa kejayaannya di SMA telah berakhir dan sekarang ia telah memasuki usia 20 tahun. Dia ingat saat ia SMA,semua kejayaan yang ia miliki adalah karena Baek Seung Jo.

Ha Ni berkata walaupun semua hal itu sangat sulit dan menyakitkan karena Seung Jo yang beberapa kali menolaknya, tapi Ha Ni tidak dapat mengontrol hatinya. Ha Ni adalah bintang kecil yang selalu mengejar Seung Jo. Dan akhirnya Ha Ni berkata bahwa sekarang saatnya dirinya melupakan Seung Jo dan mengeluarkan Seung Jo dari hatinya.

Setelah pindah dari rumah Seung Jo, Ha Ni dan ayahnya tinggal digubuk tepat diatas restaurant mereka. Ayah Ha Ni datang ke kamar Ha Ni untuk melihat keadaannya. Saat ayahnya datang, Ha Ni tengah merenung dan menatap keluar dari jendela. Ayah Ha Ni berkata bahwa Ha Ni harus bersabar sampai rumah barunya siap untuk ditempati. Tapi, Ha Ni berkata dengan lembut pada ayahnya, bahwa ia menyukai tempat ini, para tetangga sangat dekat satu sama lain dan ini sangat nyaman.

Ha Ni turun ke lantai bawah untuk makan, dan Joon Gu senang sekali melihat Ha Ni datang. Joon Gu menyiapkan perlengkapan makan untuk Ha Ni. (Baiknyaaa Joon Gu)

Di rumah Seung Jo. Ibu Seung Jo masih sangat sedih atas perginya Ha Ni dari rumahnya. Ia terlihat sangat lesu. Seung Jo datang untuk mengajak ibunya makan, Ibu Seung Jo menjawab bahwa ia tidak nafsu makan. Melihat hal itu, Seung Jo menyarankan ibunya untuk keluar rumah dan bertemu teman-temannya untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan. Ibu Seung Jo menjawab bahwa tidak ada yang ingin ia lakukan, dan tidak ada yang membuatnya senang lagi setelah kepergian Ha Ni.
Ibu Seung Jo menanyakan bagaimana keadaannya, Seung Jo menjawab bahwa dirinya baik-baik saja, dan ia merasa sangat nyaman setelah Ha Ni pergi karena semuanya terlihat sangat damai. Mendengar hal itu, ibu Seung Jo berkata bahwa yang dimaksud damai oleh Seung Jo adalah tidak ada hal yang diluar dari kebiasaan dan semuanya dibawah kontrol Seung Jo. Tetapi, bukankah itu yang membuat Seung Jo merasa bosan dan memilih untuk melanjutkan ke Parang University (parang?) daripada ke universitas unggulan. Ibu Seung Jo menegaskan bahwa sebenarnya Seung Jo bosan dengan kehidupannya yang damai (atau cenderung kesepian?)
Ayah Ha Ni dan Joon Gu merasa sangat khawatir melihat Ha Ni yang selalu murung. Kemudian Joon Gu berinisiatif untuk mengajak Ha Ni kencan dan berjanji pada Ayah Ha Ni bahwa ia akan mengembalikan senyum dan keceriaan Ha Ni. Joon Gu menelpon Ha Ni untuk memberitahukan rencananya tapi HaNi tak kunjung juga mengangkat telepon dari Joon Gu. Dan hasilnya Joon Gu merasa sangat sedih.
Eun Jo (adik Seung Jo) memberitahukan pada Seung Jo bahwa ayahnya telah memutuskan agar keduanya membantu membereskan rumah (ibu mereka benar-benar masih depresi karena kepergian Ha Ni).

Seung Jo melepas jaketnya dan ia kembali teringat kado dari Ha Ni, sebuah sendok garpu yang diberikan Ha Ni saat hendak ujian masuk universitas.

Ha Ni memberitahukan pada teman-temannya bahwa dia telah membuat untuk berhenti mencintai dan menyukai Seung Jo. Ha Ni khawatir ia akan bertemu Seung Jo di kafe tapi teman-temannya berkata bahwa ia harus membiasakan hal itu.

Saat berada di kafe, tiba-tiba semua orang melihat ke arah Ha Ni. Dan mereka sangat penasaran sebenarnya apa yang sedang terjadi? Sampai mereka tahu penyebab hal itu karena Joon Gu menempelkan sebuah pemberitahuan di kafe bahwa Ha Ni tengah patah hati karena Seung Jo (niat Joon Gu sebenernya baik, dia cuma pingin semua orang merasa kasihan ke Ha Ni dan marah ke Seung Jo, tapi terlalu berlebihan juga haha)

Seung Jo dan He Hera menuju kafe. Melihat apa yang sedang terjadi, He Ra merasa senang karena peristiwa kekanak-kanakan ini akan mengganggu Seung Jo. He Ra berpikir bahwa Seung Jo akan merasa terganggu terhadap apa yang terjadi saat ini. Tapi, ternyata, Seung Jo hanya membaca sekilas pengumuman yang dibuat Joon Gu kemudian dengan cepat mengabaikannya.
Ha Ni berkata pada Seung Jo bahwa saat ini dan seterusnya, Ha Ni tidak memiliki hubungan apapun dengan Seung Jo. Terlebih lagi setelah mereka tidak tinggal satu atap lagi. Seung Jo berkata bahwa ia pun menganggap Ha Ni sebagai orang asing.

Ha Ni terengah-engah karena sudah beberapa kali ia tidak dapat memukul bola dengan baik. Ketika Ha Ni kembali ke ruang club, Ha Ni bertemu dengan Seung Jo yang sedang duduk dan ia kaget.
Kyung Soo datang, ia memberitahukan pada Seung Jo untuk datang ke klub minggu depan ketika mereka pergi selama 3 hari 2 malam. Seung Jo yang merasa anggota istimewa di klub itu menolaknya. Kemudian Kyung Soo memutuskan untuk mengadakan pertandingan tennis. Seung Jo dan Ha Ni akan berada dalam satu team, melawan Kyung Soo dan He Ra. Bila Seung Jo dan Ha Ni menang melawan Kyung Soo dan He Ra, maka Seung Jo dapat menolak pemintaan itu.
Uaalaa.. Ternyata Ibunya Seung Jo tahu kalau Seung Jo dan Ha Ni akan dipasangkan dalam satu team. Dengan tekad yang bulat, Ibu Seung Jo berkunjung ke kampus dan mencoba untuk menemukan ruang klub tennis. Saat berada di kampus, Ibu Seung Jo bertemu dengan para mahasiswa-mahasiswi.

 

Sampai akhirnya Ibu Seung Jo menanyakan tentang Oh Ha Ni kepada salah satu dari mereka. Tentu saja mereka tahu tentang Ha Ni, pengumuman yang dibuat oleh Joon Gu di kafetaria sudah berhasil membuat Ha Ni dikenal di area kampus. Salah satu mahasiswa itu berkata pada Ibu Seung Jo bahwa mereka mengetahui tentang Ha Ni karena poster yang terpampang di kafe, poster yang isinya tentang putusnya hubungan Oh Ha Ni dan Baek Seung Jo. Ibu Seung Jo langsung berkata bahwa Seung Jo dan Ha Ni tidak putus, malah mereka semakin romantis. Ibu Seung Jo menyuruh mahasiswa itu untuk menyebarkan berita itu di kampus.

 

Sampai akhirnya Ibu Seung Jo bertemu dengan kedua sahabat Ha Ni. Keduanya berkata bahwa mereka sangat berharap bahwa Ha Ni dan Seung Jo dapat lebih dekat lagi setelah mereka berciuman sebelumnya. Berciuman? Ibu Seung Jo merasa senang sekali mendengar bahwa Seung Jo dan Ha Ni telah berciuman. Dan Ibu Seung Jo berharap agar ia dapat membawa Ha Ni kembali ke rumahnya. Kelak ia tidak akan memperdulikan perkataan Seung Jo tentang hal buruk apapun mengenai Ha Ni.
Pertandingan dimulai, Ha Ni dan Seung Jo bermain dengan gigih, tapi hasilnya mereka tetap saja kalah. Tentu saja penyebab kekalahan itu adalah karena permainan Ha Ni yang sangat buruk. Bahkan permainan tennis Seung Jo yang di atas rata-rata pun tidak dapat menutupi permainan tennis Ha Ni yang buruk. Seung Jo mengucapkan terimakasih kepada Ha Ni yang telah membuatnya kalah kali ini. Seung Jo berkata bahwa ini adalah pertama kalinya ia kehilangan segalanya.
Seung Jo yang tidak terima ia kalah mengajukan permintaan untuk melakukan petandingan ulang. Kyung Soo mengatakan bahwa mereka akan mengadakan pertandingan ulang minggu depan, jadi Seung Jo memiliki sedikit waktu untuk melatih kemampuan Ha Ni yang sangat buruk.
Mendengar hal itu, Ha Ni berlari ke arah Seung Jo. Seung Jo berkata pada Ha Ni bahwa Ha Ni hanya diberi waktu seminggu untuk menjadi lebih baik. Ha Ni berkata bahwa ia tidak yakin ia dapat melakukan hal itu. Ha Ni merasa tidak mampu melakukan hal itu dalam jangka waktu yang pendek. Seung Jo mengingatkan Ha Ni pada masa SMA, saat Ha Ni mendapatkan peringkat yang bagus di SMA dulu karena Seung Jo yang mengajarinya.

Ha Ni berlatih dengan giat.

He Ra mengatakan kepada Seung Jo bahwa Ha Ni telah bekerja keras untuk latihan tapi
apakah mungkin ia akan berhasil hanya dalam jangka waktu yang pendek. Seung Jo tidak berpikir demikian, ia hanya fokus pada gerakan gerakan Ha Ni yang terlihat lucu.
Di rumah, Ha Ni tetap saja berlatih agar keterampilan bermain tenisnya bertambah. Mengetahui bahwa Ha Ni akan mengadakan pertandingan ulang dan berada satu dengan Seung Jo, tentu saja hal itu membuat Joon Gu khawatir. Joon Gu meminta izin untuk tidak bekerja di restaurant ayah Ha Ni. Joon Gu mengatakan bahwa ia akan mengikuti Ha Ni dan mengawasi keadaannya.

 

Ayah Ha Ni marah mendengar pernyataan Joon Gu. Ayah Ha Ni berkata bahwa mulai saat ini Joon Gu tidak boleh mengikuti Ha Ni kemanapun ia pergi.

 

Ketika Ha Ni pergi untuk mengikuti pertandingan ulang, Joon Gu berlari mengejarnya kemudian menghentikan Ha Ni. Joon Gu memberikan kotak makan siang special untuk Ha Ni. Dan Joon Gu berkata dengan serius bahwa ia akan menjadi sebuah rumah untuk Ha Ni. Ha Ni dapat datang kepadanya kapanpun ia mau, mungkin di saat Ha Ni lelah dan letih atau ketika Ha Ni kesepian dan sedih.
Ibu Seung Jo mengunjungi restaurant Ayah Ha Ni dengan mengendarai sepeda. Ibu Seung Jo bertanya apakah mereka menikmati hidup mereka saat ini. Ibu Seung Jo menceritakan bahwa sebelum mereka pergi dari rumahnya, ibu Seung Jo merasa sangat senang karena ia dapat seharian berada di rumah. Sedangkan saat ini tidak seperti itu lagi, kedua anaknya sangat penurut dan itu sangat membosankan sedangkan suaminya selalu telat bekerja. Sebenarnya Ibu Seung Jo membuat nyaman dirinya sendiri di rumahnya, kalau tidak seperti itu rumahnya akan sangat membosankan.
Ibu Seung Jo berkata bahwa sebenarnya Seung Jo dan Ha Ni adalah pasangan yang serasi. Mereka berdua saling melengkapi satu sama lain dalam kekuatan dan kelemahan. Ibu Seung Jo merasa bahwa Ha Ni pasti merasa kesepian saat ini. Ayah Ha Ni membenarkan hal itu dan Ayah Ha Ni khawatir bila Seung Jo sudah memiliki kekasih di kampus dan hal itu akan sangat membuat Ha Ni sakit hati. Jadi, mereka memutuskan untuk pindah dari rumah keluarga Seung Jo untuk menghindari hal itu terjadi.
Kyung Soo berkata bahwa Ha Ni tidak perlu datang di malam hari untuk latihan. Ha Ni adalah anggota regular, dia perlu ikut makan malam dengan anggota club yang lain setiap malam. Kyung Soo menyarankan Ha Ni untuk bersenang-senang. Seung Jo berpikir lain, ia mengira bahwa Kyung Soo mencoba untuk mencegah Ha Ni untuk berlatih.
Ha Ni mencoba untuk membuat hidangan untuk makan malam club, tapi sayangnya kemampuan memasak Ha Ni sama buruknya dengan kemampuan bermain tenisnya. Oleh karena itu Ha Ni meminta Seung Jo untuk membantunya memasak. Ha Ni berjanji bahwa secepat mungkin hidangan ini siap, secepat itu pula ia akan berlatih bersama Seung Jo. Akhirnya Seung Jo memasak bersama Ha Ni.(Seung Jo itu perfeck guy, haha.. otak punya masak bisa. mantap)
Semua orang merasa terkesima dengan hidangan makanan yang disiapkan Ha Ni. Mereka mengira hidangan tersebut benar-benar buatan Ha Ni. Seung Jo hanya tersenyum melihat anggota club memuji kemampuan masak Ha Ni. Ha Ni menepati janjinya, mereka akan langsung berlatih tenis bila masakan telah selesai dibuat.
Di rumah Seung Jo, Ibu Seung Jo dan Ayah Seung Jo membicarakan tentang Ha Ni dan Seung Jo. Ibu Seung Jo berkata, apakah dengan adanya pertandingan itu Seung Jo dan Ha Ni akan kembali dekat. Dan Ayah Seung Jo berkata bahwa rumah ini menjadi sangat sepi sekali setelah ditinggalkan pergi oleh Ha Ni. Mereka berdua memutuskan untuk meminta Ha Ni dan Ayahnya kembali tinggal di rumah mereka. Eun Jo (adik Seung Jo) ternyata mendengar hal itu, ia adalah satu-satunya orang yang merasa sangat terancam bila Ha Ni kembali ke rumahnya. Karena Eun Jo akan kembali kehilangan kamarnya.
Saat latihan, Seung Jo terus memberikan pengarahan kepada Ha Ni dan mendorongnya untuk berlatih lebih giat. Ha Ni merasa sangat bersemangat dan ia berlatih dengan sangat rajin. Seung Jo yang melihat hal itu hanya tersenyum simpul (Seung Jo paling engga suka kalau ada orang yang mergokin dia senyum-senyum sendiri hehe..).
Kasian Joon Gu, ia berusaha menghubungi Ha Ni tapi tidak ada balasan dari Ha Ni. Joon Gu memaksakan senyum saat ia melihat foto Ha Ni di handphonenya.
Di malam berikutnya Seung Jo tidak membantu Ha Ni untuk membuat makan malam seperti malam kemarin. Alhasil Ha Ni bekerja sendiri dan daging panggang gosong pun jadi hidangan malam itu. Ha Ni meminta maaf dan berkata bahwa makan malam kemarin itu adalah buatan Seung Jo bukan buatan dirinya.
Saat makan malam, He Ra berjalan keluar dan Seung Jo mengikutinya. Mereka duduk dan He Ra mencoba untuk memulai pembicaraan. He Ra berkata kepada Seung Jo bahwa ia menyukainya dan He Ra menanyakan apa pendapat Seung Jo tentang He Ra. Dan ternyata diam-diam Ha Ni mendengar pembicaraan itu. Ha Ni bersembunyi dibalik tembok tak jauh dari tempat Seung Jo dan He Ra mengobrol. Ternyata bukan Ha Ni saja yang merasa penasaran dengan hubungan Seung Jo dan He Ra, Kyung Soo yang juga sangat menyukai He Ra ingin mengetahui apa yang terjadi.
Kedatangan Kyung Soo membuat sedikit kegaduhan, well tentu saja Seung Jo dan He Ra dapat mendengar kegaduhan itu. Seung Jo berjalan ke arah Ha Ni dan Kyung Soo untuk mengetahui apa yang terjadi.
Seung Jo melihat Ha Ni dan Kyung Soo, kemudian Seung Jo menarik Ha Ni dan berkata bahwa mereka harus segera berlatih. Seung Jo sama sekali tidak merespon pertanyaan dari He Ra.
Di pagi berikutnya, Seung Jo tersenyum senang karena akhirnya kemampuan tenis Ha Ni sudah bertambah baik. Ha Ni sudah bisa melakukan serves bola beberapa kali.
Ha Ni dapat melakukan servis dengan baik, ia merasa sangat (amat) senang. Ha Ni meluapkan kesenangannya dengan berloncat-loncat dan akhirnya ia tergelincir dan jatuh. Kakinya terkilir di bagian pergelangan kaki. Seung Jo segera datang dan memuji kemampuan tennis Ha Ni yang semakin membaik. Pujian Seung Jo membuat Ha Ni sangat senang bukan kepalang. Ha Ni telah bekerja keras untuk dapat melakukan hal ini hanya untuk melihat Seung Jo tersenyum kepadanya.
Seung Jo berkata bahwa kaki Ha Ni terkilir dan ia harus segera di obati. Hal ini dapat menyebabkan batalnya yang telah disepakati. Mengetahui hal itu, Ha Ni langsung meminta maaf kepada Seung Jo. Dan jawaban diplomatis Seung Jo adalah ia tidak lagi memikirkan tentang kemenangan pertandingan itu.

 

Seung Jo membantu Ha Ni untuk berdiri dan langsung menggendongnya. Kyung Soo berkata bahwa Seung Jo masih harus bertanding dengannya. Seung Jo berkata bahwa pertandingan dapat ditunda di lain waktu. Seung Jo langsung membawa Ha Ni pergi dan ia tersenyum (amat sangat) manis. Suatu keajaiban bagi Ha Ni bisa seperti ini.
Di restaurant, Joon Gu memiliki penampilan baru dengan stylist yang modern. Perbedaan penampilan antara Joon Gu yang dulu dengan Joon Gu yang sekarang adalah sekitar 30 persen (sedikit hehee). Banyak yang memuji penampilan Joon Gu saat ini. Joon Gu tentu saja melakukan hal ini semua hanya untuk Ha Ni.

 

Seung Jo berkata bahwa kaki Ha Ni terkilir dan Ha Ni harus banyak beristirahat agar kakinya dapat kembali berjalan seperti sedia kala. Joon Gu yang mendengar hal itu, ia mencoba memukul Seung Jo karena Joon Gu pikir, Ha Ni seperti ini karena Seung Jo. Tapi, Ha Ni segera mencegah perkelahian itu. Ha Ni berkata bahwa kakinya terkilir bukan karena Seung Jo. Mendengar hal itu, Joon Gu langsung pergi tanpa berkata apa-apa. Dan malam harinya, Joon Gu minum dengan sahabat-sahabat Ha Ni.
Sahabat Ha-ni berkata bahwa Ha Ni tidak akan mengomentari atau memuji penampilan baru Joon Gu yang baru karena kehadiran Seung Jo. Joon Gu sedih, ia mengenang masa-masa SMAnya, semua yang ia lakukan hanya untuk Ha Ni. Bahkan saat Joon Gu bekerja, ia mengingat Ha Ni untuk memotivasi dirinya sendiri.
Tanpa sengaja Ha Ni mendengar He Ra sedang mengajak Seung Jo untuk menonton. Ha Ni berpikir bahwa semua keinginan He Ra untuk berkencan dengan Seung Jo akan segera terwujud. Pasti bukan hanya menonton tapi juga pergi berbelanja dan minum kopi bersama.
Akhirnya Ha N-ni memutuskan untuk mengikuti mereka berdua. Ha Ni penasaran dan khawatir apa saja yang akan mereka berdua lakukan. Agar tidak diketahui siapapun, Ha Ni menutup kepalanya dengan scraf dan memakai kaca mata besar.
Dan ternyata, bukan hanya Ha Ni saja yang ingin tau apa yang sebenarnya terjadi antara Seung Jo dan He Ra, tapi Kyung Soo pun ikut menguntit mereka. Akhirnya Ha Ni dan Kyung Soo sepakat untuk mengikuti Seung Jo dan He Ra bersama-sama.

Ha Ni dan Kyung Soo masuk ke bioskop, mereka berdua duduk di belakang Seung Jo dan He Ra. Mereka nonton filmnya Park Shin Hye yang baru ‘Cyrano Dating Agency’ hehee.

Setelah film selesai, mereka keluar dari gedung teater bersama-sama. Dan saat itu juga Ha Ni memutuskan untuk tidak mengikuti Seung Jo dan He Rlagi. Ia mengatakan pada Kyung Soo bahwa ia tidak ingin mengikuti kencan mereka, karena hal itu hanya membuat hatinya sakit. Ha Ni berlari menjauh, tapi tanpa sengaja ia menabrak seorang laki-laki yang menyebabkan es krim yang ia pegang jatuh mengotori jasnya.

 

Laki-laki itu tidak terima jas mahalnya kotor, ia meminta ganti rugi pada Kyung Soo dan mulai mengancamnya. Ha Ni mencoba menolong Kyung Soo, tapi ia malah didorong oleh laki-laki itu hingga jatuh. Seung Jo datang menghampiri Ha Ni dan berkata apakah Ha Ni baik-baik saja. Seung Jo memberi sinyal kepada Kyung Soo untuk membawa He Ra pergi, Kemudian dalam hitungan ketiga, masing-masing dari mereka (Seung Jo-Ha Ni, Kyung Soo-He Ra) berlari berlainan arah.

sinopsis naughty kiss episode 7

Ha Ni sangat ingin tahu tentang He Ra,maka ia menanyakan hal itu pada Seung Jo. Ha Ni terkejut setelah tahu bahwa He Ra seumuran dengannya dan ia berada di kelas yang sama dengan Seung Jo.
Ha Ni mencoba untuk tidak mengintimidasi siapapun dan ia juga berusaha keras agar perasaan gugupnya tidak diketahui oleh Seung Jo. Ha Ni menyangkal saat Seung Jo menanyakan apakah Ha Ni cemburu dengan He Ra.
Tetapi Seung Jo langsung dapat membaca pikiran Ha Ni. Ekspresi wajah Ha Ni sangat mudah dibaca. Ha Ni seperti sebuah buku yang sedang terbuka dan sangat mudah untuk mengetahui apa yang ia rasakan dan pikirkan. Seung Jo mendekatkan wajahnya ke arah Ha Ni, ia ingin membuat Ha Ni GR. Dan tentu saja Ha Ni langsung memejamkan mata dan ia berharap ini akan menjadi ciuman yang kedua kalinya, sampai Seung Jo tertawa melihat tingkah Ha Ni yang selalu gampang dibodohi.
Ha Ni menyadari bahwa Seung Jo hanya memainkan hatinya. Ha Ni patah hati karena Seung Jo tidak menganggap apa-apa tentang arti sebuah ciuman. Teman-teman Ha Ni sangat merasa kasian melihat keadaan Ha Ni. Tapi, sayangnya mereka tidak dapat menemani Ha Ni untuk makan siang, karena salah satu temannya yaitu Ju Ri telah mendapatkan pekerjaan di sebuah salon kecantikan. Maka Ha Ni makan siang sendirian.
Ini sebuah kejutan untuk Ha Ni, karena tiba-tiba Seung Jo menghampirinya dan duduk di samping Ha Ni. Sebuah kejutan lagi, bahwa seseorang yang berada di belakang counter- yang memberikan sedikit porsi nasi pada Seung Jo adalah Joon Gu. Ternyata Joon Gu mendapat pekerjaan di bagian makanan di kampus ini. Sebenarnya Joon Gu bekerja di sini untuk menjaga Ha Ni.
Mereka ingin sekali berbincang satu sama lain, lalu mereka mencari meja kosong dan Ha Ni menemukannya. Tapi sayang sekali, Seung Jo dan teman-temannya telah terlebih dahulu duduk di tempat itu tanpa sepatah kata pun pada Ha Ni.

Di taman, Ha Ni melihat Seung Jo duduk di sebuah bangku. Ha Ni menghampirinya, tetapi sama seperti apa yang ia lakukan Seung Jo malah pergi. Seung Jo bergabung dengan kakak tingkat -Kyung Soo- yang mencoba merekrut Seung Jo untuk ikut bermain di klubnya. Setelah bercakap-cakap panjang lebar, Seung Jo akhirnya setuju untuk ikut bergabung dengan mereka.

Ha Ni sangat ingin mengetahui club apa yang akan Seung Jo ikuti. Tapi karena Seung Jo tidak ingin Ha Ni mengikuti club yang ia ikuti, maka ia tidak memberitahunya. Karena Seung Jo tidak memberitahu club mana yang ia ikuti, maka diam-diam Ha Ni mengikutinya. Saat Seung Jo sedang menuju ke ruang rapat club, Ha Ni mengikutinya dari belakang. Tapi, tiba-tiba ia kehilangan arah dan akhirnya Ha Ni kesasar. Finally, Lucky girl Ha Ni dapat menemukan ruangan yang dituju Seung Jo. Itu adalah TOP SPIN (Sebuah club Tennis).
Seung Jo tidak terkejut mengetahui Ha Ni ikut masuk ke club tennis. Yang mengejutkan adalah Ha Ni bertemu dengan seorang yang familiar di club itu : He Ra. Di saat SMA, Seung Jo dan He Ra memenangkan sebuah pertandingan di bidang Tennis, itu alasan mengapa mereka saling mengenal satu sama lain.
Mulai saat ini, He Ra telah menganggap Ha Ni sebagai saingannya. Meskipun He Ra berbicara dengan nada ramah dan sopan tapi kata-katanya sangat menyakitkan, He Ra berkata pada Ha Ni agar tidak mengikuti club tennis ini kalau tidak tahu bagaimana cara memainkan tennis. Ha Ni menjawab bahwa ia mengikuti club ini hanya untuk mencari kesenangan.
Latihan pertama dimulai, Kyung Soo datang kemudian mengambil tempat sebagai pelatih mereka saat ini. Ha Ni tahu bahwa Kyung Soo adalah orang yang baik tapi He Ra dan Seung Jo malah menyeringai mendengar pernyataan dari Ha Ni.
Ternyata perkiraan Ha Ni salah, Kyung Soo berubah jadi sosok yang menyeramkan. Ia memberikan sebuah serves yang sulit. Ia mengadakan test keahlian masing-masing anggota satu demi satu.
Kyung Soo sangat gugup berada di dekat He Ra, karena kegugupannya ia melempar bola ke arah He Ra dengan lemparan yang sangat mudah untuk diterima. Ini kesempatan He Ra untuk memamerkan kemampuannya. Berikutnya adalah Seung Jo, dengan bakatnya yang sangat memukau Seung Jo tidak mendapat masalah apa-apa. Cara Seung Jo bermain tennis membuat semua orang kagum dan sedikit membuat Kyung Soo jealous.
Tinggal tersisa satu anggota yaitu Ha Ni. Ha Ni sangat ketakutan saat menerima bola tennis. Beberapa kali ia mencoba untuk menghindari bola itu, tapi kemudian satu bola menuju ke arah wajahnya dengan tepat. Mengetahui hal itu, Ha Ni segera melindungi wajahnya dengan raket dan ia terjatuh.
Kyung Joong bersimpati pada Ha Ni, ia memuji Ha Ni karena telah fokus dalam memukul bola tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri. Kyung Joong sedikit aneh. hahaa.
Di kafe, semua orang membicarakan tentang betapa sempurna bakat yang dimiliki oleh He Ra dan Seung Jo. Mereka memperkirakan bahwa mereka berdua adalah orang yang sangat populer saat SMA. He Ra berkata mengenai dirinya sendiri. Dia mencoba menyombongkan diri.
Ha Ni, Seung Jo dan He Ra mengikuti mata kuliah selanjutnya yaitu bahasa inggris. Tapi, hei, kenapa Joon Go juga ikutan di kelas itu? hehee.. Dia menyelinap masuk cuma untuk bersama Ha Ni. Ketika dosen menanyakan Ha Ni menggunakan bahasa Inggris, Ha Ni gugup. Ia tidak mengerti apa yang ditanyakan oleh dosen itu. Lalu Ha Ni mencoba menanyakan hal itu kepada Seung Jo. Tapi Seung Jo malah tidak memperdulikannya, jadi Ha Ni meminta maaf dengan menggunakan bahasa inggris yang buruk.
Dosen melihat ke arah Joon Gu dan bertanya apakah dia murid di kelas ini. Joon Gu menjawabnya dengan bahasa inggris yang kelewat belepotan. Jadi He Ra segera berkata pada dosen bahwa Joon Gu bukan murid, ia ada di kelas ini karena ia menyukai Ha Ni.
Kemudia He Ra berkata kepada Joon Gu dengan nada yang ramah tapi inti kalimatnya sangat menyakitkan. He Ra berkata bahwa ia sangat benci cowok bodoh dan mendeskripsikan kebodohan Joon Gu dengan kata-kata yang sama saat Seung Jo mendeskripsikan kebodohan Ha Ni.
Ha Ni sangat murung dan dia berkata kepada ibu Seung Jo bahwa Seoung Jo menyukai gadis cantik dan pintar, gadis semacam itu sangat banyak di sekolah. Ibu Seung Jo segera mengerti bahwa orang ketiga telah menghalangi jalannya, dan menasehati Ha Ni bahwa ia dan Seung Jo adalah tipe orang yang harus selalu bersama untuk menjadi sempurna, seperti panci dan tutup, karena mereka akan saling melengkapi satu sama lain dan bukan seperti sebuah karbon yang saling menyalin satu sama lain.
Ha Ni memikirkan Eun Jo (adik laki laki Seung Jo) yang sepertinya sedang memiliki masalah dengan teman sekelas. Melihat kemurungan Eun Jo maka Ha Ni berpikir keras untuk menghiburnya. Maka ia memutuskan untuk mendekati seorang anak kecil perempuan dan mengajaknya untuk bermain di rumah. Eun Jo dan gadis kecil itu berada di ruang kamar untuk bermain dan tentu saja Ha Ni dan ibunya Seung Jo memata-matai mereka. Ternyata tidak ada perubahan yang berarti dari pertemuan antara Eun Jo dan gadis itu tidak berjalan baik. Gadis kecil itu merasa suntuk dan bosan-sampai akhirnya Seung Jo datang.
Tiba-tiba, gadis kecil itu langsung bergembira melihat Seung Jo (wow, gadis kecil itu terpesona sama ketampanannya oppa). Pada saat makan malam, dengan keberaniannya gadis kecil itu menanyakan apakah Seung Jo percaya pada ‘Love at first sight.’ Tentu saja Seung Jo tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya. Kemudian gadis kecil itu kembali berkata bahwa ia percaya adanya ‘Love at first sight’ saat ini kemudian ia meminta satu hal pada Seung Jo : “Oppa! Please just wait seven years!” (hehhe dasar the little hussy)
Eun Jo merasa sedih. Ibu Eun Jo mencoba memberikannya semangat dan mengatakan bahwa betapa mengagumkannya Eun Jo, tapi tentu saja kata-kata itu tidak memberikan efek yang berarti pada Eun Jo. Ha Ni menanyakan pada Seung Jo apakah ia peduli bagaimana perasaan Eun Jo.
Ini memberikan kesempatan pada Ha Ni untuk mencurahkan segala isi hatinya tentang He Ra. Seung Jo tersenyum dan mengetahui hal itu. Ia bertanya pada Ha Ni apakah hal itu berkaitan antara masalah He Ra dan Eun Jo. Ha Ni menjawab bahwa keduanya adalah masalah yang sama.
Eun Jo marah terhadap Ha Ni saat Ha Ni datang untuk berbicara dengan Eun Jo. Eun Jo berkata bahwa semua ini adalah salah Ha Ni. Ha Ni mengerti dan ia menyadari bahwa semua ini adalah salahnya dan ia meminta maaf atas hal itu. Eun Jo berkata dengan kasar pada Ha Ni “apa kau tahu?!”
Di satu sisi Ha Ni mengetahui dengan sangat baik apa yang Eun Jo rasakan karena ia juga selalu merasakan hal itu. Yaitu perasaan saat dimana dirinya tidak diperdulikan oleh orang yang disukai dan hal itu sangat menyakitkan. Ha Ni menghembuskan nafas dan berkata, “Eun Jo, Aku berpikir saat dua orang yang satu sama lain saling mencintai pada saat yang bersamaan hal itu adalah sebuah keajaiban. Suatu hari, akankah keajaiban itu datang padaku.”
Ha Ni mengatakan hal itu dengan sangat sedih. Ayahnya tidak sengaja mendengar ucapan Ha Ni dari dalam, dan ia merasa gelisah. Kemudian ayah Ha Ni berpikir untuk segera menelepon Joon Gu. Ia menanyakan apakah Joon Gu sangat mencintai Ha Ni. Joon Gu menjelaskan bahwa ketika dia mendapatkan masalah dan dijauhi oleh anak anak lain, cuma Ha Ni yang selalu menemani dan menjadi teman terbaiknya. Terdengar sangat sedih saat Joon Gu berkata bahwa saat anak-anak lain belajar di kampus, tapi Joon Gu hanya bisa bekerja di restaurant. Joon Gu berkata hal itu tidak mengapa, karena ia bertekad untuk membangun hidupnya lebih baik lagi agar dia dapat segera melamar Ha Ni. (Sweet)
Seung Jo mengajak He Ra untuk mengerjakan tugas bersama di rumahnya. Mereka berdua mengerjakan tugas itu di balkon bagian luar rumah. Dan Ha Ni diam-diam memperhatikan mereka.
Projek tugas yang mereka kerjakan adalah mengenai budaya dan inti pokoknya adalah tentang filosofi dari Nietzsche’s ideas. He Ra memiliki ide untuk menggunakan sebuah kamera untuk membantu tugas mereka kali ini, ketimbang menggunakan tulisan.
Ha Ni memperhatikan Seung Jo yang sedang serius mengerjakan tugas itu, Seung Jo terlihat sangat menikmati moment itu. Ha Ni tidak pernah melihat Seung Jo seperti itu sebelumnya.
Ibu Seung Jo kembali ke rumah dan Eun Jo (adik Seung Jo) mengatakan bahwa teman Seung Jo sangat cantik. Ibu Seung Jo segera teringat sesuatu, ia pikir itu pasti saingannya Ha Ni dan pasti Ha Ni saat ini sedang patah hati. Oleh sebab itu, Ibu Seung Jo bersikap acuh tak acuh kepada He Ra.
Ha Ni menceritakan isi hatinya pada ayahnya. Karena tidak ingin Ha Ni patah hati, Ayah Ha Ni memutuskan bahwa ini saatnya untuk mereka pindah dari rumah Keluarga Seung Jo. Ayah Ha Ni memutuskan hal ini dengan berat hati, ia tidak ingin anaknya terluka lagi.
Ibu Seung Jo tidak ingin Ha Ni pindah dari rumah mereka. Mereka berkata bahwa mereka sungguh-sungguh ingin Ha Ni tinggal di rumah mereka. Tapi Ayah Ha Ni menjawab bahwa dengan perginya mereka dari rumah ini, akan membantu Ha Ni dari keterputus-asaannya pada Seung Jo. Mereka semua tahu bahwa Seung Jo tidak tertarik pada Ha Ni.
Ibu Seung Jo bersiteguh bahwa suatu hari Seung Jo akan menyukai Ha Ni. Ibu Seung Jo berkata bahwa mereka sangat ingin Ha Ni menjadi bagian dari keluarga mereka. Ibu Seung Jo sangat menyayangi Ha Ni dan sikap cerianya.
Tanpa disengaja, Eun Jo mendengar pembicaraan itu. Ia kemudian pergi kepada Seung Jo dan memberitahu bahwa Ha Ni akan pergi, ia berkata bukankah ini suatu berita baik.
Mendengar hal itu, Seung Jo menuju ke kamar Ha Ni untuk menanyakan apakah ia benar-benar akan pergi dari rumah ini. Seung Jo hanya berkata “Well, Akhirnya aku akan kembali hidup normal.”
Dengan sedih, She says she hopes so. Seung Jo meninggalkan Ha Ni dengan kata “Have a nice life.” terlihat kekecewaan di wajah Seung Jo.
Kemudian, hari berikutnya adalah hari dimana saatnya Ha Ni dan ayahnya pergi meninggalkan rumah Seung Jo dan ini menjadi hari yang menyedihkan terutama bagi Ibu Seung Jo.
HaNi berterimakasih kepada Ibu Seung Jo atas segala rasa sayang yang telah ia berikan pada Ha Ni mulai dari membelikan pizza untuk teman-teman sekelasnya dan mengundang teman-temannya untuk piknik keluarga. Ha Ni berkata bahwa Ibu Seung Jo adalah seorang ibu yang sangat mengagumkan.
Sedangkan Seung Jo, ia berusaha untuk tidak terlihat sedih. Beberapa kali ia terlihat mengalihkan pandangannya dari Ha Ni.
Setelah Ha Ni pergi, Eun Jo bergembira menuju kamarnya. Sedangkan Ibu Seung Jo masih sangat sedih, ia menyalahkan Seung Jo bahwa semuanya adalah salahnya yang telah membuat Ha Ni pergi. Seung Jo tidak tahu harus berbuat apa, ia menuju ke kamar bekas Ha Ni tinggal. Ia menatap ke sekeliling, ruangan itu telah menjadi kosong. Dan ia menemukan boneka milik Ha Ni yang pernah Seung Jo berikan padanya. Ha Ni telah meninggalkan boneka itu.

sinopsis naughty kiss episode 6

Ha Ni masih berada di rumah sakit. Ia bangun dengan perasaan yang tidak enak. Masih terdapat beberapa bekas luka di tangannya.Perasaan sangat bersalahnya membuat dirinya tidak ingin berbicara dengan siapapun, terlebih lagi dengan Seung Jo yang tidak mengetahui penyebab Ha Ni merasa hancur.
Duckie dan Min Ah datang untuk menjenguk Ha Ni, tapi Ha Ni malah menyuruh mereka pergi. Ha Ni tidak ingin menemui siapapun, dia ingin sendirian saat itu.

Setelah keluar dari rumah sakit, Ha Ni kembali ke rumah Seung Jo. Ha Ni masih merasa sangat berdosa sehingga ia sangat malu untuk menemui keluarga Seung Jo. Ha Ni berkata kepada ayahnya bahwa mungkin mereka harus segera pindah dari rumah Seung Jo. Ayah Ha Ni berkata bahwa keluarga Seung Jo sebenarnya sangat mengkhawatirkannya. Karena tidak berani bertemu dengan keluarga Seung Jo, Ha Ni melewatkan makan malam. Ha Ni mengunci diri di dalam kamar, dan Ibu Seung Jo sangat mengkhawatirkan keadaan Ha Ni. Ia mengkhawatirkan Ha Ni yang tidak kunjung datang ke ruang makan untuk makan malam bersama-sama.
Seung Jo berkata bahwa ia telah berbicara dengan Ha Ni. Ibu Seung Jo sangat gembira mendengarnya. Seung Jo berkata pada ibunya bahwa ia telah berterima kasih pada Ha Ni yang telah membuatnya gagal untuk mengikuti test wawancaranya. Ibu Seung- Jo berkerut mendengar hal itu. Karena kesal, Ibu Seung Jo mengambil makan malam yang disediakan untuk Seung Jo dan berkata bahwa ia tidak boleh makan apapun.

Ha Ni memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah. Ia mengepak seluruh barang-barangnya dengan berat hati. Kemudian ia mengendap-endap untuk pergi melalui pintu belakang, tapi ternyata ada Seung Jo yang memperhatikannya dari taman.

Seung Jo berkata acuh tak acuh saat mengetahui Ha Ni akan pergi meninggalkan rumah. Ha Ni berkata agar Seung Jo tidak perlu menghentikannya. Seung Jo bahkan membiarkan Ha Ni begitu saja, tanpa berpura-pura untuk mencoba mencegahnya pergi. Seung Jo malah menawarkan bantuan untuk mengangkat koper Ha Ni yang terlihat sangat berat. Seung Jo kemudian memberikan kepada Ha Ni sebuah surat ke tangannya, surat itu dari universitas. Dan ternyata isinya adalah penuh dengan data beasiswa. Ha Ni membaca surat itu dan pastinya surat itu bukan untuk Ha Ni tetapi untuk Seung Jo sendiri.
Universitas itu sama saja memberikannya tawaran untuk pergi ke bulan dan kuliah di sana dengan beasiswa tersebut (really? haaahaa). Ha Ni berkata bahwa tentu saja Seung Jo akan mendapatkan tawaran beasiswa dari berbagai perguruan tinggi lainnya.

Seung Jo merenung, ia berkata bahwa akhir tahun ini adalah tahun yang penuh dengan gangguan, tahun yang kacau yang pernah ia lewati dalam hidupnya, tidak mengetahui apa yang diharapkan dan selalu menemukan sesuatu yang baru. Ha Ni ingin meminta maaf atas segalanya, tapi Seung Jo memotong perkataan maaf Ha Ni, Seung Jo berkata “Itu hal yang menyenangkan.”
Hani berkata : “Jadi, semua itu karena aku?”
Seung Jo : “Bukan karena kau, tapi karena aku.” Seung Jo berkata dengan meminjam kata-kata Ha Ni bahwa hingga ia menemukan apa yang ia inginkan dalam kehidupan, dia akan merencanakan untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan.

Ha Ni meminta untuk kembali ke dalam rumah, dan Seung Jo membawakan kopernya kembali ke lantai atas. Ha Ni berkata bahwa ia merasa sangat bersalah karena mereka berada di sekolah yang sama. Seung Jo mengangguk seolah-olah hal itu bukanlah sesuatu masalah yang besar.
Ha Ni : “kenapa?”
Seung Jo : “Karena hal itu sangat menyenangkan. Kenapa? Apakah kamu tidak menyukai hal itu?”
Ha Ni : “Tidak. Aku menyukai hal itu.”
Seung Jo : “Aku tahu.”

Ha Ni senang mendengar pernyataan dari Seung Jo. Lalu ia berjingkrak-jingkrak senang tanpa bersuara untuk merayakan apa yang terjadi padanya tadi.
Duckie meminta ayah Ha Ni untuk mengajarinya bagaimana cara membuat mie yang lezat, dan sampai akhirnya Duckie membantu di restaurant. Ha Ni mengambil pekerjaan sambilan di sebuah toko yang nyaman. Ia bekerja paruh waktu karena ia kekurangan uang untuk membelikan hadiah yang pantas untuk Seung Jo. Bukankah Ha Ni seharusnya bekerja untuk ayahnya?

Ha Ni merasa sangat kelelahan karena ia bekerja sampai larut malam, hingga pada suatu hari tanpa disengaja Seung Jo mengunjungi toko tempat Ha Ni kerja part time. Ha Ni yang melihat Seung Jo kemudian terburu-buru untuk bersembunyi. Ha Ni takut kalau Seung Jo tahu ia bekerja di sini. Dan beberapa saat kemudian Seung Jo berjalan ke arah kasir. Agar tidak ketahuan oleh Seung Jo, Ha Ni memakai topeng mainan untuk menutupi wajahnya.

Seung Jo sangat kaget melihatnya, terutama saat Ha Ni menyuruhnya untuk mengambil uang kembaliannya sendiri. Dengan topeng yang berada di wajahnya ia tidak dapat melihat apapun,karena topeng itu menutupi seluruh wajahnya. Bosnya yang merupakan seorang pemilik toko dimana tempat Ha Ni bekerja, melihat kejadian itu. Tentu saja, tanpa pikir panjang, sang boss segera memecat Ha Ni.
Beruntungnya Ha Ni dapat langsung pekerjaan saat ia datang ke lantai atas tempat pemesanan ayam siap saji. Ternyata Ha Ni salah masuk, ia malah masuk ke ruangan yang diperuntukkan khusus untuk para pegawai. Dan kemudian, seseorang menyuruhnya untuk mengantarkan pesanan, Ha Ni melakukan hal itu karena ia mendapatkan uang yang lebih banyak ketimbang pekerjaannya yang sebelumnya. Ha Ni menyelesaikan semua pekerjaan mengantarkan ayam siap saji, kemudian untuk order yang terakhir ternyata dikirim untuk rumahnya sendiri (Seung Jo’s home). Ha Ni kaget dan ia tidak tahu harus berbuat apa. Akhirnya, agar tidak diketahui oleh Seung Jo, maka ia menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya. Saat Seung Jo membuka pintu ia sangat kaget sekali melihat hal itu.

Di perjalanan pulang, Ha Nii mendapatkan telepon dari Min Ah. Min Ah mengatakan bahwa ia tidak dapat menemukan temannya Juri selama hari ini. Dia telah berkeliling untuk mencarinya. Mendengar hal itu, Ha Ni segera berkeliling untuk mencarinya.

Dia dan Min AH akhirnya menemukan Juri berada di sekolahnya. Mereka sangat mencemaskaan keadaan Juri. Kemudian mereka menyuruhnya untuk memilih hal yang ia bisa lakukan dengan baik. Dan akhirnya Juri sadar, ia memutuskan untuk pindah ke sekolah kecantikan.

Akhirnya Ha Ni dapat memberikan hadiah yang telah ia persiapkan untuk Seung Jo. Hadiah yang berupa ‘head massager’ (pemijat kepala otomatis). Seperti biasa, Seung Jo menolaknya, tetapi kemudian ibu Seung Jo mengatakan hal yang sebenarnya bahwa Ha Ni bekerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang. Seung Jo tersenyum mendengar hal itu.

Ini adalah hari dimana perpisahan sekolah di mulai. Kepala sekolah berpidato panjang lebar dan mengumumkan bahwa Seung Jo dan Ha Ni akan bersama-sama masuk ke universitas yang sama yaitu Parang University. Seung Jo memberikan pidato singkatnya dengan mengagumkan dan terakhir dilanjutkan oleh nenek Ha Ni. Nenek Ha Ni memberikan beberapa ucap kata yang membuat para tamu terbahak-bahak.

Kemudian Ha Ni mendapatkan panggilan untuk maju ke atas panggung untuk menerima sertifikat diploma mereka. Khayalan Ha Ni langsung bekerja cepat, ia membayangkan tentang upacara pernikahan dirinya dan Seung Jo. Dan kemudian saat janji nikah diucapkan Ha Ni berteriak keras “I swear”. Dan orang-orang di sekitar Ha Ni tertawa mendengar hal itu.

Seung Jo ingin sekali turun dari panggung secepatnya, tapi saat ia menuruni anak tangga, Ha Ni tergelincir dan jatuh tepat di atas punggung Seung Jo.

Semua orang ingin berfoto bersama dan memotret Seung Jo, tapi Seung Jo menolak itu semua. Ibunya ingin Ha Ni berfoto bersama dengan Seung Jo dan menyuruh Ha Ni untuk mengatakan hal itu pada Seung Jo. Ha Ni menghampiri Seung Jo dan menatapnya dengan penuh harapan.

Seung Jo malah mengejek Ha Ni, bahwa ia perempuan lancang untuk memintanya berfoto bersamanya. Mendengar hal itu Ha Ni langsung mengurungkan niatnya dan pergi, tapi Seung Jo langsung menariknya kembali dan merangkulkan tanganya ke bahu Ha Ni. Semua orang melihat mereka dengan pandangan iri, dan ketika Ibu Seung Jo sedang memotret mereka berdua, Seung Jo berkata persis seperti saat Ha Ni menyuruhnya untuk mengambil kembaliannya sendiri saat di toko. Ha Ni mendongakkan kepalanya dan ia merasa ngeri melihat Seung Jo tersenyum nakal ke arahnya.

Kelas 1-1 dan kelas 7-7 mengadakan acara perpisahan di sebuah restaurant yang sama. Duckie tengah sibuk merayu Ha Ni dengan menyanyikan sebuah lagu khusus untuk Ha Ni. Semua orang melihat Ha Ni dan ia sangat malu dilihat seperti itu. Seung Jo tertawa saat melihat Duckie bernyanyi sambil menari, saat ia melihat Ha Ni yang mulai senang dengan pertunjukan Duckie, Seung Jo cemburu. (cinta tumbuh niee.. haha)

Ayah Ha Ni sangat kerepotan di restaurantnya jadi ia menelpon Duckie untuk segera membantunya. Duckie tidak mau membantu ayah Ha Ni untuk saat ini saja, karena ia ingin menemani Ha Ni. Tapi akhirnya Duckie pergi juga ke restaurant ayah Ha Ni untuk memberikan bantuan dan meninggalkan Ha Ni sendirian.

Dan disaat itu juga Seung Jo mulai memperolok-olok Ha Ni di depan teman-temannya. Karena ia merasa Ha Ni sudah sangat mengganggu hidupnya. Ia mengatakan bahwa Ha Ni telah menulis namanya disetiap lembar kertas di bukunya, teman-temannya tertawa mendengar hal itu. Hati Ha Ni sangat hancur, menjelek-jelekkan seseorang di depan orang banyak adalah hal yang sangat menyakitkan. Ha Ni tidak habis pikir, Seung Jo dapat melakukan hal itu. Kesabaran Ha Ni habis, ia mengeluarkan senjata rahasianya.

Ha Ni memperlihatkan foto Seung Jo kecil dengan pakaian dan riasan wanita. Seung Jo tentu saja sangat shock, ia langsung menarik paksa Ha Ni dan menyudutkannya.
Seung Jo mendekatkan wajahnya ke wajah Ha Ni dan Ha Ni mulai takut, jadi dia mengatakan bahwa apa yang ia lakukan tadi adalah sebuah upaya balas dendam atas apa yang telah dilakukan Seung Jo padanya. Ha Ni tidak suka diperolok-olok di depan teman-teman Seung Jo.
Ha Ni mengatakan bahwa ia telah menyembunyikan perasaan lukanya karena Seung Jo dari sejak lama dan di akhir SMA ini ia akan mengakhiri perasaan sukanya pada Seung Jo dan mencoba keras untuk melupakannya.

Seung Jo : “melupakan? Kamu akan mencoba melupakan aku?” dan saat itu juga Seung Jo mencium Ha Ni. Seung Jo meninggalkan Ha Niseraya berkata “Try to forget me now.” Setelah Seung Jo mencium Ha Ni, mana mungkin Ha Ni dapat melupakannya.

Ha Ni menyandarkan badannya ke tembok dan ia sangat shock atas apa yang baru saja terjadi. Dia berkata pada dirinya sendiri, “Aku. Mencium. Baek Seung Jo” Ha Ni tidak percaya hal itu, dia masih sangat shock.

Pagi harinya, Ha Ni bangun pagi-pagi sekali dan ia berdandan cantik. Ia sangat bersemangat pagi ini karena apa yang telah terjadi padanya kemarin.

Ha Ni tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana seharusnya saat ia bertemu dengan Seung Jo. Ha Ni berpikir, bagaimana kalau ia sangat gugup saat berhadapan dengan Seung Jo, tapi Ha Ni memberanikan diri. Ia berpapasan dengan Seung Jo yang baru saja keluar dari kamar mandi. Ha Ni menatap Seung Jo, tapi sayangnya Seung Jo masih bersikap seperti sebelumnya, seakan tidak terjadi apa apa. Ha Ni mengerutkan kening, ia bingung dan terluka.

Seung Jo berangkat ke sekolah dengan buru-buru dan tanpa Ha Ni. Di sekolah Min Ah dan Juri bertemu dengan Ha Ni, mereka sedang makan malam. Saat ini semua orang memiliki ciri khas gayanya masing-masing, beranjak masuk keperguruan tinggi membuat mereka merubah dandanan mereka.
Min Ah dan Juri tahu bahwa Ha Ni telah mencium Seung Jo. Mereka mengetahui hal itu karena wajah Ha Ni terus menerus memerah.

Saat Ha Ni dan teman-temannya berjalan di luar, Ha Ni hampir saja tertabrak mobil. Tapi si pengendara pergi begitu saja.
Ha Ni mencoba mencari Seung Jo, ia mencarinya di ruang dosen dan saat ia membuka pintu, ia melihat He Ra dan Seung Jo sedang mengobrol. He Ra bertanya pada Seung Jo, apakah Ha Ni adalah pacarnya, Seung Jo menjawab “sepertinya.”

Ha Ni tidak percaya dengan jawaban Seung Jo, jadi apa maksud dirinya mencium Ha Ni?
He Ra mengundangnya keluar untuk minum teh, dan Seung jo meninggalkan mereka. Ha Ni hanya tidak dapat menahan senyum mendengar jawaban dari Seung Jo. Dan reaksi He Ra tentu saja marah. (Apa bakal ada scene jambak menjambak antara Ha Ni dan He Ra kayak di scene Cinderella’s Sister?)

sinopsis naughty kiss episode 5

Ha Ni sangat kaget karena kepergok oleh Seung Jo dan dia tambah panik saat Seung Jo menahan tangannya. Seung Jo tanya kenapa Ha Ni ada di kamarnya, Ha Ni berusaha menjelaskan, tapi Seung Jo tidak percaya dan dia kemudian menarik tangan Ha Ni hingga Ha Ni terjatuh di kasur.

Bapak, Ibu Baek, Eun Jo dan Pak Oh sudah pulang ke rumah dan terus memencet bel, tapi tidak ada jawaban dari dalam. Mereka mengira Ha Ni dan Seung Jo sudah tidur.

Di kamar Seung Jo, Seung Jo menindih tubuh Ha Ni (wkwkwk… jangan salah sangka ya ^^), Ha Ni jadi sangat gugup dan Ha Ni sudah GR kalau Seung Jo bakal menciumnya.

Ha Ni bilang kalau mereka seharusnya kencan dulu. Seung Jo berhasil menggoda Ha Ni, membuat Ha Ni panik, lalu Seung Jo bangkit dari kasur dan tertawa mengejek Ha Ni. Ha Ni malu dan langsung keluar kamar, celakanya dia tidak sadar sudah meninggalkan bukunya yang penuh dengan coretan dan nama Seung Jo.

Ha Ni bersandar di pintu di luar kamar, tapi langsung pergi saat melihat Eun Jo. Eun Jo juga melihat Ha Ni keluar dari kamar Hyung-nya, dan dia merasa ada yang aneh.
Saat di kamarnya, Ha Ni merenung dan membuka kembali surat cintanya untuk Seung Jo yang diberi nilai D minus.

Seung Jo mengambil buku Bahasa Inggris Ha Ni yang ketinggalan dan membacanya, lalu tersenyum [tulisan Ha Ni : Kau sangat berarti untukku, Kau sangat sempurna bagiku, Aku akan melihatnya setelah pelajaran ke-2]. Eun Jo masuk kamar dan bertanya pada Seung Jo kenapa muka Ha Ni memerah. Seung Jo menjawab aman pertanyaan Eun Jo bahwa dia juga penasaran.

Ketika Seung Jo senyum-senyum membaca curhatan Ha Ni tentang dirinya, Ha Ni justru sedang sangat kesal dan memaki-maki Seung Jo, Ha Ni menangis sedih dan curhat pada boneka Teddy-nya.

Di sekolah, para siswa bergosip tentang Ha Ni yang tidak lagi masuk dalam 50 peringkat teratas. Ha Ni, Joo Ri dan Min Ah ngobrol tentang masa depan mereka setelah lulus dari SMU, mereka bingung dengan nilai mereka yang pas-pasan akan susah mencari universitas.

Ha Ni mengadakan bimbingan dengan gurunya, Bu Guru Kang Yi. Bu Guru Kang Yi menyarankan Ha Ni untuk masuk universitas melalui jalur khusus dan mencoba mencari bakat dan kelebihan Ha Ni, tapi Ha Ni tidak memiliki semua itu. Ha Ni menunduk pasrah di kursinya karena dia dan keluarganya tidak punya hal spesial yang bisa diajukan untuk masuk jalur khusus.

Bu Guru Kang Yi kesal dan hampir menyerah, tapi kemudian dia melihat bolpoin milik Ha Ni sebagai tanda bahwa Ha Ni pernah donor darah. Bu Guru Kang Yi menjadi semangat lagi dan tahu jurusan dan universitas apa yang tepat untuk Ha Ni, Universitas Parang!. Ha Ni juga gembira karena itu berarti dia masih ada harapan untuk bisa kuliah.

Ha Ni dan sahabatnya hang out ke kafe dan mereka melihat Seung Jo sedang bersama laki-laki asing. Ha Ni penasaran dengan pembicaraan serius mereka.

Saat teman-teman sekelasnya di kelas khusus sibuk belajar, Seung Jo justru melamun dan terlihat tidak bersemangat, akhirnya dia keluar dan duduk di bangku taman sambil berpikir tentang universitas yang akan dia pilih kelak [Seung Jo masih kebingungan menentukan tujuan hidupnya].
Bu Guru Kang Yi menuliskan formulir universitas untuk Ha Ni, dan dengan mantap mengisi tentang potensi khusus yang dimiliki oleh Ha Ni. Pak Guru Ji Oh bilang pada Bu Guru Kang Yi kalau Bu Guru Kang Yi sungguh bekerja keras. Bu Guru Kang Yi membalas,” tentu saja, bagaimana aku bisa jadi guru yang baik jika aku bermalas-malasan, seperti orang lain [sambil menatap Pak Guru Ji Oh]“. Secara tidak langsung Pak Guru Ji Oh merasa tersindir (hehehe… Pak Guru Ji Oh sih enak, soalnya dia pegang kelas khusus yang siswanya cerdas-cerdas, ga usah pusing-pusing mikirin nilai anak didiknya)

Bu Guru Kang Yi melihat Pak Kepsek dan meminta surat rekomendasi dari sekolah untuk Ha Ni agar bisa masuk universitas. Tapi Pak KepSek menolak karena peringkat Ha Ni yang rendah. Bu Guru Kang Yi membela Ha Ni kalau Ha Ni pernah masuk peringkat 50 teratas, Pak Kepsek kekeuh tidak mau memberikan dan baru akan mengakui kemampuan Ha Ni dan Bu Guru Kang Yi kalau Ha Ni berhasil masuk Universitas Parang. Dan Pak Kepsek pun berlalu pergi. Jelas saja Bu Guru Kang Yi kesal setengah mati dengan keputusan Pak Kepsek. Pak Guru Ji Oh melihat Bu Guru Kang Yi dengan iba [dan sayang ^^], lalu memberikan 1 butir vitamin C untuk Bu Guru Kang Yi. Bu Guru Kang Yi juga langsung GR dengan perhatian Pak Guru Ji Oh dan mengira Pak Ji Oh menyukainya (dari tatapan matanya emang kayaknya udah suka ama bu guru kok, hehehe… cuman masih jaim aja tuh pak guru)

Ha Ni sedang sibuk mengisi formulir pendaftaran universitas on line nya di kamar, tapi tiba-tiba komputernya error dan Ha Ni cemas kalau data-datanya hilang.

Coba lihat bagaimana tatapan curiga Eun Jo pada Ha Ni dan Seung Jo, imuutt..

Akhirnya Seung Jo turun tangan. Ibu Baek mencoba menenangkan Ha Ni yang panik, Seung Jo yang terganggu dengan tangisan Ha Ni menyuruh Ha Ni diam.

Ha Ni langsung menutup mulutnya begitu mendengar omelan Seung Jo. Syukur… Seung Jo berhasil memperbaiki komputer Ha Ni yang error.

Ha Ni sangat sangat gembira dan berterima kasih pada Seung Jo, Seung Jo tidak terlalu menanggapi dan menyuruh Ha Ni untuk cepat mengirimkan formulirnya. Ibu Baek lalu menggandeng Eun Jo turun untuk makan malam.

Eun Jo [sedikit] memberontak, dia masih curiga dengan hubungan hyung-nya dan Ha Ni. (Eun Jo pantes nih jadi detektif, instingnya jalan, hehehe ^^ suka suka suka Eun Jo)
Tinggal Ha Ni dan Seung Jo berdua di kamar, Ha Ni berterima kasih lagi pada Seung Jo yang sudah membantunya. Seung Jo menanyakan motivasi Ha Ni masuk universitas padahal Ha Ni tidak punya keahlian dan bakat khusus, Ha Ni sedikit heran dengan pertanyaan Seung Jo, tapi akhirnya dia menjawab “untuk belajar”. Ha Ni sadar bahwa dia memang tidak memiliki kesempatan besar untuk masuk Universitas Parang, tapi paling tidak Ha Ni sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk hidupnya. Ha Ni menambahkan bahwa jika dia tidak belajar, dia tidak akan bisa menemukan tujuan hidupnya dan hal yang dia sukai.

Seung Jo masih penasaran [dan meneruskan interogasi pada Ha Ni],”Bagaimana kau tahu kalau kau menyukai sesuatu?”. “Jantungmu akan berdetak lebih cepat jika kau menyukai sesuatu. Ayahku pernah berkata kalau jantungnya selalu berdetak cepat ketika mencium aroma mie yang baru diangkat”.

Just so adorable ^__^

Seung Jo benar-benar menghayati omongan Ha Ni dan refleks memegang dadanya sambil bergumam,”Aku juga ingin merasakan perasaan seperti itu”. Ha Ni heran melihat Seung Jo, Seung Jo jadi salah tingkah dan untuk menutupinya, dia menyuruh Ha Ni segera mengirimkan aplikasinya.

Keesokan harinya di sekolah, Bu Guru Kang Yi dengan semangat 45 yang berkobar-kobar (baileb ^__^) menunjukkan surat pada Pak Kepsek yang menyatakan bahwa Ha Ni dan Min Ah lolos seleksi administrasi universitas dan akan ke tahap selanjutnya, wawancara. Pak Kepsek shock melihat surat itu, karena itu artinya dia kalah dari Bu Guru Kang Yi yang sudah diremehkannya, Pak Guru Ji Oh berusaha menenangkan Kepsek. Pak Kepsek masih belum percaya bahwa keajaiban itu muncul dari kelas 3-7. Dan Bu Guru Kang Yi masih saja menyanyi dengan senang, hahahahaha…

Ya ampunn… lihatlah muke-muke Bye Bye Sea ntu

Ha Ni berkumpul dengan teman-temannya di ruang seni, mereka membahas wawancara yang akan dilakukan Ha Ni dan Min Ah besok. Ha Ni khawatir tidak akan lulus dalam wawancara karena dia tidak terlalu pintar bicara. Joon Gu menyemangati Ha Ni dan bilang kalau Ha Ni akan diterima, meskipun nanti akhirnya gagal, paling tidak Ha Ni sudah mencoba wawancara. “Ha Ni sunbae.. apa kau punya backing?”,tanya Jang Mi pada Ha Ni. Ha Ni terdiam sejenak dan menjawab mantap sambil tersenyum,”Ya, Tuhan akan membantuku”, Min Ah ikut senyum bersama Ha Ni (I miss my best friend ^^)

Tuhan benar-benar membantu Oh Ha Ni, Topan Rananim melanda Korea di hari wawancara Ha Ni. Pak Oh, Pak Baek dan Ibu Baek khawatir pada Ha Ni yang tetap bersikukuh untuk datang wawancara. Pak Oh menyarankan Ha Ni untuk membatalkan wawancara, Ha Ni mengira ayahnya tidak percaya pada kemampuannya, Pak Oh menyanggah bukan karena itu, dia percaya pada Ha Ni, tapi dia khawatir pada putri satu-satunya karena di luar sedang ada topan.

Ha Ni meyakinkan ayahnya bahwa dia baik-baik saja dan tidak akan melewatkan kesempatan langka untuk wawancara. Pak Oh sebenarnya ingin mengantar Ha Ni, tapi Ha Ni menolak dan akhirnya dia pamitan lalu pergi sendiri menerjang topan.

Kereta yang dinaiki Ha Ni tidak bisa meneruskan perjalanan karena ada banjir, karena itu Ha Ni harus pergi ke Universitas Parang dengan berjalan kaki menembus hujan deras dan topan. Ha Ni tidak menyerah dan terus berjalan, meskipun payungnya sampai terbalik-balik. (wow, semangat Ha Ni yang pantang menyerah ini patut ditiru, salut) Akhirnya… Ha Ni berhasil juga sampai di tempat wawancara.
Karena topan dan hujan deras itu, banyak peserta tes yang  tidak datang wawancara. Tiga orang juri sedang mewawancarai murid yang datang, rupanya murid itu rumahnya dekat dengan tempat wawancara sehingga dia tidak mengalami kesulitan saat menuju tempat wawancara. Juri laki-laki mengusulkan untuk menunda wawancara saja karena banyak peserta yang tidak datang, juri wanita yang terlihat galak  menolak dan akhirnya wawancara tetap dilanjutkan. Mereka memanggil peserta tes selanjutnya, Ha Ni masuk dengan ceria meskipun dia basah kuyup. Ha Ni duduk di depan para juri dan dia bersin! para juri melihatnya, Ha Ni hanya tersenyum.
Eun Jo merasa senang karena dia tidak perlu masuk sekolah hari itu. Ibu Baek merasa khawatir pada Ha Ni dan berharap semoga Ha Ni melewati wawancara hari ini dengan lancar. Seung Jo yang membaca koran merasa sedikit khawatir juga pada Ha Ni.
Juri laki-laki tertawa melihat foto Ha Ni, “Sepertinya kau punya pengalaman yang menarik. Jadi apa yang menarik perhatianmu akhir-akhir ini? “, tanya Juri laki-laki. “Baek Seung Jo, tentu saja”, jawab Ha Ni dengan sangat semangat. Lalu dia sadar dan mengkoreksi jawabannya, “Emmm… maksudku, dia adalah orang”,
Juri : jadi kau tertarik pada seseorang?
Ha Ni : Ya, itu benar seseorang!. Baru-baru ini saya berpikir, jika saya ingin memahami seseorang berapakah waktu yang diperlukan? Dalam kehidupan ini, meskipun hanya satu orang, apakah ada cara saya dapat sepenuhnya memahami dia?
Urai Ha Ni pada Juri, tapi dia langsung menggumam dalam hati. “Tidak mungkin aku bisa memahami Baek Seung Jo”.
Juri wanita memeriksa CV Ha Ni dan bertanya, “Kenapa kami harus memilihmu?”, Ha Ni bingung dengan pertanyaan juri. Juri wanita itu menyebutkan isi surat rekomendasi dari guru Ha Ni yang seperti sumpah darah dan dia heran bagaimana Ha Ni bisa lolos tes administrasi tahap pertama. Juri laki-laki membela Ha Ni dengan berkata bahwa Ha Ni pernah memperoleh nilai yang tinggi dan dia percaya diri, selain itu Ha Ni juga sangat kreatif. Juri wanita memotong kata-kata juri laki-laki dengan  tajam,”Kita tidak sedang memilih penulis lepas atau komikus kan?”. Juri wanita bertanya lagi pada Ha Ni : Katakan padaku, apa alasannya kami harus memilihmu Oh Ha Ni? Kau punya sisa waktu satu menit!

Ha Ni bengong, masih bingung mau menjawab apa. Melihat Ha Ni yang diam saja, juri wanita itu akhirnya memutuskan,”Baiklah, kau tidak perlu mengatakan apapun, terima kasih”. Juri itu lalu memanggil peserta lainnya untuk masuk.
Ha Ni mengerti dan bangkit dari kursinya tapi baru beberapa langkah, Ha Ni berbalik dan tersenyum berkata : Maafkan saya. Anda benar. Saya benar-benar tidak punya bakat. Saya juga  terkejut bisa melalui tes tahap pertama. Jadi sebenarnya, saya sudah sangat bersyukur. Tapi, ada sesuatu yang perlu saya katakan. Jika anda tidak memilih saya, melainkan memilih orang yang punya nilai baik dan memenangkan penghargaan. Jika anda memilih murid yang benar-benar mengesankan tetapi murid itu terlalu malas untuk kerja keras dan mudah menyerah karena cuaca buruk, itu akan jadi kerugian yang besar bagi universitas. Jika demikian, maka pilihlah saya. Saya mungkin selangkah lebih lambat di belakang orang kebanyakan, tetapi saya tidak pernah menyerah. Saya bertahan sampai akhir, karena itulah nama panggilanku adalah Siput Nuh. Kenapa anda tidak mencoba siput ini untuk perubahan [tradisi]?
Sisa waktu 1 menit Ha Ni habis bersamaan dengan selesainya kata-kata Ha Ni, juri wanita terlihat terkesan juga dengan pernyataan Ha Ni tentang dirinya itu.
Saat makan malam keluarga, Seung Jo membuat kaget semua orang karena dia bilang tidak akan mengikuti tes masuk universitas. Seung Jo bilang dia tidak akan masuk kuliah karena tidak ada hal yang dia sukai, jadi dia akan bekerja paruh waktu. Bapak Baek berteriak marah pada Seung Jo, Ibu Baek mencoba menenangkan suaminya dan menawarkan Seung Jo untuk berbisnis on line shopping dengannya. Seung Jo tentu saja tidak mau dan menolak mentah-mentah tawaran itu karena dia tidak mau ibunya mencampuri urusannya lagi. Lalu Bapak Baek juga menawarkan Seung Jo untuk belajar mengurus perusahaan game keluarga mereka saja jika memang Seung Jo tidak ingin kuliah. “Aku sedikitpun tidak tertarik dengan perusahaan ayah, karena itu tolong jangan berharap padaku”, jawab Seung Jo dingin. Bapak Baek benar-benar kesal pada sikap Seung Jo yang seenaknya, Seung Jo pamit pergi ke kamar karena keadaan di meja makan sudah memanas. Bapak dan Ibu Baek sakit kepala.
Ibu Baek meminta suaminya untuk tidak terlalu khawatir dan tidak mengambil hati kata-kata  Seung Jo tadi karena dia belum menemukan tujuan hidupnya, selama ini semua kebutuhan Seung Jo selalu tercukupi bahkan melimpah, karena itulah dia belum tahu hal apa yang bisa membuatnya tertarik. Ha Ni lalu teringat perkataan Seung Jo waktu lalu bahwa dia juga ingin merasakan perasaan “suka” seperti Ha Ni.
Sepulang sekolah, Ha Ni dan teman-temannya makan di warung mie Pak Oh. Pak Oh menyiapkan menu khusus untuk mereka semua, “bubur lulus” [jadi di atas bubur itu memang ada tulisan tidak gagal, dalam artian lulus, dan dibuat dari wijen hitam] jika mereka makan bubur itu, maka mereka tidak akan gagal dalam tes. (Waaahhh buburnya kayaknya enak nih, jadi ngiler, laper juga, wkwkwkw) Joo Ri lalu dengan semangat makan bubur itu, Joon Gu dan Min Ah menasehati Joo Ri untuk tidak rakus makan.
Pak Oh menegur Ha NI yang diam saja, tidak makan buburnya, rupanya Ha Ni masih kepikiran Seung Jo. Joon Gu (yang sok tau) juga meminta Ha Ni untuk tidak gugup menghadapi tes dan makan bubur ayahnya yang “tidak gagal”. Ha Ni akhirnya makan buburnya dan meminta ayahnya untuk membungkuskan 1 bubur [untuk Seung Jo tentu saja].
Ha Ni mengetuk pintu kamar Seung Jo dan  membawakannya bubur tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar. Seung Jo sebenarnya belum tidur, dia melamun di dekat jendela.
Ha Ni : Baek Seung Jo, besok kau akan pergi tes kan? Semua orang khawatir padamu, apalagi ayahmu. Dia jadi tidak semangat dan tidak banyak tertawa akhir-akhir ini. Ikuti saja tesnya, lalu putuskan kau akan kuliah di universitas atau tidak. Bisakah kau membuka pintunya? Kau bagus dalam semua hal, kemampuanmu seharusnya dibagi dengan orang lain. Menurutku, mereka yang memiliki lebih banyak [potensi] harus berbagi dengan orang lain. Aku sebenarnya juga ingin berbagi, tapi aku tidak punya banyak yang bisa dibagi jadi aku tidak bisa. (so sweet Ha Ni ^_______^)

Seung Jo tidak juga membukakan pintu untuk Ha Ni meskipun Ha Ni sudah mengoceh panjang lebar, akhirnya Ha Ni meletakkan nampan buburnya di depan kamar Seung Jo dan meminta Seung Jo makan bubur itu selagi masih panas. Setelah Ha Ni pergi, Seung Jo membuka juga pintu kamarnya dan mengambil nampan dari Ha Ni. Seung Jo menemukan kado dan ada garpu yang dihias cantik dengan pita, Seung Jo tersenyum!! dan dia tersenyum lagi saat  membaca memo dari Ha Ni.
Paginya, semua keluarga Baek dan Ha Ni H2C [harap-harap cemas] menunggu Seung Jo, Mereka semua sangat senang saat melihat Seung Jo turun juga dari kamarnya, tapi dia tidak kelihatan sehat dan batuk-batuk.  Ha Ni langsung memberikan obat untuk Seung Jo dan Eun Jo membawakan minum. Setelah meminum obatnya, Seung Jo bertanya pada Ha Ni,”obat ini tidak akan membuatku ngantuk kan?” Ibu Baek terkejut, Ha Ni juga dan dia membaca kemasan obat itu dan ternyata obat itu menyebabkan kantuk. (hahahah… Seung Jo ini sengaja mau mengerjai Ha Ni di saat penting itu ^__^) Ha Ni panik, lalu  mencoba mengeluarkan obat yang sudah diminum Seung Jo dengan mengorek mulut Seung Jo, Seung Jo kesal dan menyalahkan Ha Ni. Ibu Baek berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja. Pak Oh membawakan bekal untuk Seung Jo dan Ha Ni. Pak Oh memberi semangat untuk Seung Jo, lalu melakukan tos “fighting” dengan Ha Ni.
Ha Ni senang sekali karena semua keluarga terlihat senang pagi itu, dia mengikuti Seung Jo jalan menuju tempat tes. Seung Jo merasa risih dan menyuruh Ha Ni untuk melalui jalannya sendiri karena tujuan mereka berbeda. Ha Ni mengerti lalu berbalik arah, tak lupa memberi semangat untuk Seung Jo. Dan mengejutkan! Seung Jo membalas teriakan semangat Ha Ni itu dengan lambaian tangan dari belakang.
Ibu Baek penasaran bagaimana Seung Jo bisa merubah pikirannya, dan Eun Jo dengan gayanya yang cool menggumam, “aneh, aku merasa anehh”.

Seung Jo terkantuk-kantuk, pengawas tes menegur Seung Jo dan melihat lembar jawaban Seung Jo yang masih bersih padahal waktu yang tersisa tinggal 15 menit lagi. Seung Jo mengerti dan langsung mengerjakan soalnya.
Ha Ni bercerita pada Min Ah dan Joo Ri tentang juri wanita yang mewawancarainya. Dia tidak yakin dengan hasilnya, selain itu dia juga khawatir dengan Seung Jo. Lalu Ha Ni melihat bulu mata palsu milik Joo Ri, Joo Ri memasangkan bulu mata palsu itu ke mata Ha Ni dan berkomentar bahwa Ha Ni memiliki mata yang besar dan cantik.

Saat menyenangkan itu kemudian dirusak oleh gangguan yang datang dari Jang Mi yang marah-marah pada Ha Ni karena Seung Jo tidak dapat mengerjakan tes dengan baik hari itu setelah minum obat yang diberikan Ha Ni.

Ha Ni jadi lesu dan merasa sangat bersalah pada Seung Jo.

Sepulang dari sekolah, Ha Ni masih gelisah dan dia mengintip Seung Jo yang sedang di kamar mandi sambil menggumam dalam hati : Itu tidak benar kan? Kau mengerjakan tesnya dengan baik kan? Baek Seung Jo yang tak terkalahkan. Jangan katakan [karena] obat flu itu, jangan katakan ku mohon. Katakan padaku kalau tidak ada yang salah.

Bu guru membagikan nilai pada murid-murid dan menyuruh mereka tetap semangat meskipun nilai mereka rendah. Tetapi saat giliran Joon Gu yang dipanggil, yang merasa sedih justru bu guru, sementara Joon Gu sendiri tenang-tenang saja dan meminta bu guru untuk tidak memperlihatkan ekspresi sedihnya karena dia sudah memiliki rencana untuk hidupnya sendiri, Ha Ni! (wakakakak… Joon Gu nih romantis dan cinta mati ma Ha Ni tapi sayang satu hal itu)

Pak Guru merasa aneh dengan ekspresi Seung Jo yang tampak kaget melihat nilainya. Pak Guru tanya ada apa, Seung Jo dengan PD nya menjawab, “Tidak, melihat ini. Aku pikir, aku pasti benar-benar jenius”. (ya iyalah, gimana ga jenius, meskipun ngantuk tetap bisa dapet nilai bagus)

Pak Guru memberi selamat pada Seung Jo dan memeluknya, Seung Jo tersenyum dan teman-teman sekelasnya juga ikut bergembira.

Ha Ni mendengar nilai Seung Jo yang sempurna, dia sangat sangat senang (padahal sebelumnya lemah letih lesu tak bergairah, wkwkwkw lebay.co.kr) Ha Ni bersorak-sorak, horeee horee!!!…  hingga semua murid melihatnya dengan tatapan aneh. Joo Ri mengingatkannya,”Oh Ha Ni, dengan nilaimu seperti itu kau masih bisa bersorak hore?” Ha Ni jadi kembali lesu, tapi tidak lama kemudian ekspresinya langsung berubah semangat lagi, “Tentu saja aku bisa, kenapa? Baek Seung Jo horeee!!! Korea Selatan horeee!!” Joo Ri dan Min Ah hanya senyum-senyum saja melihat kelakuan sahabat baiknya itu.

Ha Ni terus saja memandangi ponselnya dan sangat gelisah menunggu telepon dari panitia tes masuk Universitas Parang. Akhirnya ponsel Ha Ni berdering, Ha Ni dengan semangat menjawab, tapi dia kecewa karena ternyata itu telepon salah sambung dari pelanggan resto bebek panggang. Telepon Ha Ni berdering lagi untuk kedua kalinya, dan itu telepon dari “Universitas Parang “yang menyatakan Ha Ni diterima di Univ Parang, tapi sesaat kemudian Ha Ni kaget,”Apa? aku mendaftar di Fakultas Sosial”. Penelepon : Ahh, kau tidak mendaftar di Fakultas Apel?

Ha Ni tidak mengerti, lalu Eun Jo muncul di balik jendela sambil membawa apel dan bernyanyi sambil goyang-goyang,”Oh Ha Ni paabbooo…” terang saja Ha Ni dan Ibu Baek yang tadi ikut gembira jadi menjerit kesal pada Eun Jo.

Saat sendirian di balkon, Ha Ni masih saja memandangi ponselnya dan cemberut. Ponselnya berdering lagi, ternyata Min Ah yang menelepon dan memberitahu Ha Ni kalau dia diterima di Parang. Ha Ni sangat senang mendengar kabar itu dan dengan tulus memberikan selamat. Min Ah juga meminta Ha Ni untuk tidak menyerah karena dia pasti juga akan diterima di Parang. Seung Jo melihat Ha Ni yang duduk lesu di balkon (dia sebenarnya juga was-was tuh, jaim ajah).

Esok harinya, telepon dari Parang tidak kunjung datang juga padahal hari itu adalah hari terakhir pengumuman penerimaan, Ha Ni mengerti kalau dia tidak akan diterima karena juri yang mewawancarainya tidak menyukai Ha Ni. Ibu Baek menasehati Ha Ni untuk tetap semangat karena  Ha Ni masih bisa memilih universitas lain. Ha Ni bilang kalau nilainya tidak terlalu baik.

Lalu, telepon Ha Ni bunyi lagi dan orang di seberang telepon mengatakan kalau Ha Ni diterima di Universitas Parang. Ha Ni kaget tidak percaya, dia mengira dikerjai Eun Jo dan tidak ingin dibodohi lagi jadi Ha Ni teriak,”Yaa Baek Eun Jo lagi?!!!!” Eun Jo muncul dari belakang mereka dan bertanya kenapa Ha Ni memanggilnya. Ha Ni sadar kalau telepon itu benar-benar dari panitia Univ Parang. Dia minta maaf karena tadi mengira kalau telepon itu bohongan. Ternyata, Ha Ni diterima di Parang karena ada peserta lain yang mengundurkan diri, jadi tempatnya bisa diisi oleh Ha Ni. Mendengar kabar itu, Ha Ni menjadi sangat bahagia dan berteriak gembira, Ibu Baek dan Eun Jo juga ikut senang. Mereka berpelukan bersama.
Seung Jo yang mengamati Ha Ni dari luar jendela juga ikut tersenyum bahagia.

Ha Ni merayakan diterimanya dia di Univ Parang bersama Bapak Ibu Baek dan ayahnya di warung mie Pak Oh. Ha Ni masih tidak menyangka kalau dia bisa diterima di Parang dan Ha Ni merasa sangat beruntung lalu Pak Oh memberinya hadiah mantel cantik berwarna merah, dan Ibu Baek memberikannya tiket nonton drama musikal Goong. Ha Ni berterima kasih pada Bapak dan Ibu Baek atas hadiah mereka. Ibu Baek menyuruh Ha Ni untuk memegang dulu kedua tiketnya dan mereka janjian untuk bertemu di lobi teater.

Ha Ni mengenakan mantel merah pemberian Bapak Baek dan menunggu Ibu Baek di lobi teater. Ibu Baek yang sedang bersama Eun Jo menelepon Ha Ni dan bilang kalau dia akan terlambat datang karena jalanan yang macet. Eun Jo langsung nyahut kalau tidak ada kemacetan, dan tentu saja mulut Eun Jo langsung ditutup oleh ibunya itu. Ibu Baek meminta Ha Ni untuk masuk duluan dan menitipkan tiket satunya di konter tiket. Ha Ni mengerti, dia lalu masuk duluan ke gedung teater setelah sebelumnya tidak lupa menitipkan tiketnya. Ha Ni sangat menikmati drama musikal Goong karena dia tidak pernah nonton drama musikal sebelumnya dan  Ha Ni tertawa-tawa sendiri melihat pertunjukan itu.

Akhirnya kursi kosong di sebelah Ha Ni  terisi, dan yang duduk di sampingnya adalah Seung Jo! bukannya Ibu Baek. Ha Ni kaget tidak percaya dengan penglihatannya, konsentrasinya terganggu dan dia jadi fokus pada Seung Jo.

Seung Jo memberi isyarat pada Ha Ni untuk melihat drama musikalnya, bukannya melihat dirinya. Ha Ni tidak juga berpaling, akhirnya Seung Jo memegang kepala Ha Ni dan memutarnya agar Ha Ni melihat pertunjukan. (lucu banget ni scene)

Ha Ni berjalan di belakang Seung Jo dan masih mengira kalau dia bermimpi bisa nonton bersama Seung Jo, jadi dia mencubit pipinya dan ternyata pipinya sakit. (kamu emang ga mimpi Ha Ni…)
Ha Ni : Tapi, mengapa kau bisa datang?
Seung Jo : Kau pikir, bagaimana aku bisa?
Ibu Baek memuji dirinya sendiri yang bisa berakting bagus dan membuat Seung Jo  bisa nonton berdua dengan Ha Ni. Eun Jo menyanggah kata-kata ibunya, “Apakah benar-benar karena aktingmu bu?”. Ibu Baek tidak mengerti maksud Eun Jo. [Jadi ibu Baek sudah menelepon Seung Jo dan bilang kalau dia ada di lobi teater dan ingin nonton drama musikal tapi tidak ada yang mau menemaninya, jadi Seung Jo bersedia datang dan menemani ibunya itu, wkwkwk...padahal Seung Jo juga tahu kalau sudah dijebak ibunya]
Ha Ni dan Seung Jo mengobrol berdua, Ha Ni bertanya tentang Univ Tae San yang akan dituju Seung Jo. Seung Jo jadi kesal karena dia tidak mau membicarakan masalah universitas lagi.
Ha Ni : Alasan kau sangat pintar adalah karena kau bisa melakukan banyak hal. Aku yakin itu da n untuk menemukan apa mimpimu, hal seperti itu memang sangat rumit. hanya saja buatlah hidupmu menjadi lebih menarik.
Seung Jo bingung,”menarik?” Lalu Ha Ni menjelaskan kalau neneknya yang sudah meninggal pernah menasehatinya, “Ha Ni, buatlah hidupmu menjadi menarik. Jadilah menarik dan buat orang lain bahagia”. Ha Ni juga berkata kalau Seung Jo mau masuk Universitas Parang bersama dirinya, maka dia bisa membuat hidup Seung Jo jadi menarik. Ha Ni jadi tersipu malu dan melangkah duluan, Seung Jo mencerna kata-kata Ha Ni.

Mereka berdua berhenti di mesin boneka, Ha Ni menyemangati Seung Jo yang mengarahkan tombol ke sana ke mari untuk menangkap boneka. Akhirnya Seung Jo berhasil menjapit satu boneka, Ha Ni sangat senang dan berteriak-teriak, sampai dia tidak sadar sudah membuat Seung Jo tergetar hatinya karena sentuhan tangan Ha Ni.

Seung Jo yang mencoba menutupi perasaannya melemparkan boneka yang dia dapat tadi ke Ha Ni. Ha Ni bertanya apakah Seung Jo tidak mau mengambil boneka itu. “Apa kau pikir aku mencoba mendapatkannya karena aku ingin boneka itu?”, jawab Seung Jo ketus.

Ha Ni bahagia karena dia mendapatkan hadiah boneka  dari Seung Jo, dia menganggap boneka itu sebagai ucapan selamat karena Ha Ni diterima di Parang.

Lalu Joon Gu dan kawanannya [Bye Bye Sea] memanggil-manggil Ha Ni. Joon Gu jadi sakit kepala setelah Ha Ni cerita kalau dia nonton drama musikal bersama Seung Jo. (haahaha… dia iri) Joon Gu memuji boneka Ha Ni [karena dia mengira Ha Ni yang membeli boneka itu] tapi setelah tahu kalau boneka itu dari Seung Jo, pendapat Joon Gu jadi berubah 180 derajat. Dia kesal pada Seung Jo yang memberikan Ha Ni boneka yang murahan. Ha Ni membela Seung Jo dan bilang kalau bonekanya tidak murahan, dan juga tidak semua orang bisa menangkap boneka di mesin boneka itu. Seung Jo tersenyum tipis mendengar pembelaan Ha Ni. Joon Gu jadi panas dan mencoba mempertunjukkan keahliannya [baca : pamer] pada Ha Ni.

Tanpa kata-kata, Seung Jo dengan cool membuang gelas plastik di tong sampah yang jaraknya lumayan jauh, dan dia berhasil. Ha Ni tentu saja langsung memuji Seung Jo. Joon Gu tidak mau kalah, dia juga membuang gelas plastik ke tempat sampah tanpa melihat tempat sampahnya, dia juga berhasil. Kawanannya bersorak gembira melihat bos mereka berhasil. Joon Gu langsung besar kepala. Seung Jo juga tidak mau kalah, dia bergaya lagi, kali ini menendang kaleng soft drink ke tempat sampah dari jarak yang lebih jauh, lagi-lagi Seung Jo sempurna. Seung Jo tersenyum juga bisa pamer di depan Ha Ni dan Joon Gu. Melihat Ha Ni yang terkagum-kagum pada Seung Jo, Joon Gu membalas aksi Seung Jo. Dia mencoba melakukan hal yang sama, hanya saja dia memakai gelas plastik, bukannya kaleng soft drink, tentu saja aksinya itu gagal karena dia  jatuh terjungkal. Kawanan Bye Bye Sea segera bangkit menolong bos mereka. Joon Gu kesal dan jadi malu karena gagal di depan Ha Ni. Ha Ni sendiri menertawakan kelucuan Joon Gu, sedangkan Seung Jo tersenyum meremehkan.
Melihat persaingan Seung Jo dan Joon Gu, Ha Ni berkhayal kalau dia menjadi putri cantik yang diperebutkan oleh dua pangeran. Putri Ha Ni dipaksa untuk bersama dengan Pangeran Joon Gu dan Pangeran Seung Jo menyelamatkannya. Melihat dua pangeran yang bertarung, Putri Ha Ni langsung berteriak,”TIDAK BOLEH!!!” tentu saja teriakan Ha Ni itu bukan hanya di dunia khayalan karena Seung Jo dan Joon Gu jadi melihat heran ke Ha Ni yang tiba-tiba berteriak sambil menyorongkan tangannya ke depan. Joon Gu [yang lola] bingung melihat Ha Ni, sedangkan Seung Jo langsung mengerti kalau Ha Ni pasti berkhayal lagi. Dilihat oleh orang-orang, Ha Ni jadi salting dan langsung pura-pura sedang melakukan gerakan senam. Oonnya lagi, Joon Gu ikut menirukan gerakan Ha Ni. (hehehe… aku jadi suka ama Tae Sun nih ^^)

Paginya, seluruh keluarga melepas kepergian Seung Jo yang akan pergi tes wawancara di Universitas Tae San dan memberinya semangat. Ha Ni ingat lagi perkataan Seung Jo setelah mereka nonton drama musikal, dia jadi cemas dan langsung memakai mantelnya ingin mengikuti Seung Jo. Ayahnya bertanya kemana Ha Ni akan pergi, Ha Ni menjawab dia khawatir dan cuma ingin memastikan Seung Jo sampai di Tae San dengan selamat, setelah itu dia akan segera kembali. Lagi-lagi Eun Jo merasa curiga dan menggumam lagi, “aneh, aku merasa aneh”.

Seung Jo yang awas tahu kalau Ha Ni terus saja mengikutinya, meskipun Ha Ni sudah berusaha untuk sembunyi-sembunyi tanpa ketahuan Seung Jo. Seung Jo hanya senyum tipis saat Ha Ni lari-lari mengikutinya. Saat menyeberang jalan, Ha Ni tidak sadar boneka pemberian Seung Jo jatuh. Dia bingung dan dilema antara terus mengikuti Seung Jo atau mengambil bonekannya dulu. Akhirnya Ha Ni memutuskan untuk mengambil dulu bonekanya setelah melihat lampu lalu lintas bagi pejalan kaki berwarna hijau, tiba-tiba terdengar suara decitan dan dentuman keras Bruuukkk…

Seung Jo berhenti, dia terpaku, membeku (lebay.com) mendengar dentuman itu. Lalu ada murid-murid yang teriak,”Apa kau melihatnya? tubuhnya terpental! Heii sepertinya dia seorang gadis”. Seung Jo langsung menoleh.

Di RS Univ Parang, Ha Ni akhirnya tersadar dari pingsannya. Bapak, Ibu Baek dan juga Pak Oh senang melihat Ha Ni sudah sadar. Ha Ni menanyakan Seung Jo. “Dia seharusnya sedang tes sekarang. Dia pergi setelah membawamu ke rumah sakit”, jawab Ibu Baek. Ha Ni tersenyum lega mendengar jawaban Ibu Baek.

Tapi pintu terbuka dan Seung Jo menyapa tanpa rasa bersalah,”Kalian semua di sini?” Seung Jo berhasil membuat Ha Ni dan Pak Oh, terutama Bapak, Ibu Baek sangat terkejut.

(sinopsis) naughty kiss episode 4

Ha Ni menunjukan rumahnya pada Min Ah dan Joo Ri, lalu Ha Ni menyuruh mereka untuk pergi dari sini karena kalau Seung Jo melihat maka akan buruk akibatnya. Bukannya pergi Min Ah dan Joo Ri malah bergerak maju menuju pagar rumah Seung Jo, mereka terpesona dengan bangunan rumahnya. Ha Ni mengajak mereka untuk pergi tapi mereka malah bertanya dimana kamar Ha Ni.


Ny. Baek lalu keluar dan bertanya apa Ha Ni sudah pulang dan Ny. Baek melihat Min Ah dan Joo Ri. Ny. Baek mengenali Joo Ri yang seorang lady gaga, haha dan Min Ahn yang waktu itu ikut lomba lari estafet. Ha Ni berkata kalau Joo Ri dan Min Ah hanya ingin tahu dimana mereka tinggal. Ha Ni mengajak mereka untuk pergi tapi Ny. Baek mengajak mereka untuk masuk ke dalam. Ny. Baek langsung menarik tangan Joo Ri dan Min Ah ke dalam.

Ha Ni lemas dan terkejut Joon Gu melihat mereka dari kejauhan dan dia menghela napas dan bertampang sedih.

Di dalam rumah Ny. Baek menyajikan es krim strawberry untuk Joo Ri dan Min Ah. Meraka berbincang dengan sangat menyenangkan, sampai akhirnya Seung Jo datang “kalian semua mengalami waktu yang menyenangkan disini”.
Seung Jo : “menyebarkan berita itu tidak cukup, kau bahkan membawa temanmu pulang untuk bermain”
Ha Ni mencoba menjelaskan, tapi Eun Joo menyelanya dengan berkata apa ini rumah Ha Ni. Lalu Ny. Baek menjawab “akulah yang membawa mereka masuk, para siswi bertanya apakah aku ini ibumu atau kakakmu?”

Ha Ni hanya tersenyum mendengar perkataan Ny. Baek.
Seung Jo marah dan berkata dengan nada keras : “Oh Ha Ni, apa kau menguji kesabaranku? aku sudah bilang untuk tidak main-main denganku, berhenti melangkah dan mengganggu hidupku, berapa banyak lagi yang akan kau lakukan?kita harus belajar untuk menahan diri”
Ny. Baek berdiri mendengar perkataan putranya dan membalas : “kau pikir apa yang kau lakukan sekarang? aku orang yang mengambil menggambar, aku juga yang menyelipkannya ke dalam blog, mengapa kau begitu keras pada Ha Ni?”
Seung Jo : “Ibu, kau juga! tolong segera tutup blognya”
Ny. Baek : “apa hakmu mengganggu hobi dan minat ibumu?” (I Like Ny. Baek blogger sejati, hehe)
Seung Jo : “membuat anakmu terganggu, apa ini hobimu?”
Ny. Baek menghela napas : “yang ingin aku katakan adalah aku mendengar tentang hal itu sekarang, apa yang salah dengan rumor itu, apa yang sangat tercela tentang hal itu”
Seung Jo hanya menghela napas dan beranjak ke kamarnya.

Joo Ri dan Min Ah memutuskan untuk pulang saja. Tapi Ny. Baek meminta mereka pulang setelah makan malam saja. Ny. Baek juga mengatakan pada mereka kalau kita akan pergi ke pantai akhir pekan ini, Ny. Baek mengajak mereka untuk turut serta juga. Ny. Baek mengingatkan kalau mereka hanya perlu menyiapkan pakaian renang saja sisanya dia yang akan mengurusnya.

Joon Gu sedang berbicara ditelepon dengan seorang pria mungkin ayahnya. Joon Gu meminta tolong pada ayahnya. ayah tanya apa Joon Gu sakit, Joon Gu bilang dia tidak sakit. Lalu ayah tanya kenapa Joon Gu membutuhkan uang banyak. Joon Gu bilang 1000 tapi dia mengubahnya dan bilang 2000 tapi dia berubah lagi dan bilang dia butuh 3000. Joon Gu beralasan dia akan meyimpannya untuk pernikahannya nanti. ayah tanya lagi apa 3000 itu cukup. Joon Gu bilang cukup. Ayah berkata kalau dia akan mengirimkan uangnya nanti. Joon Gu berterima kasih pada ayahnya. Ayah tanya lagi apa yang sebenarnya akan dilakukan Joon Gu dengan uang 3000 itu. Joon Gu berpikir lalu dia tanya apa ayah sedang bercanda. Ayah teriak dan berkata “Iya Ayah bercanda, jangan bertindak seperti orang mampu, apa kau mencoba meminta 3 juta dariku, kau bahkan menyewa rumah, berhanti-hatilah berpikir hal yang tidak berguna, cepat pulang, semua orang di rumah khawatir tentangmu, apa kau mendengarkan aku”. Joon Gu berkata aku akan tenang jika aku kaya.

Lalu dari belakang ada seorang pria bangun dari tidurnya dan berkata pada Joon Gu kalau ini daerah kekuasaannya. Pria itu mendekati Joon Gu dan tanya apa dia sedang jatuh cinta dan masalah uang. Joon Gu tanya kenapa ahjussi tahu. Ahjussi itu menjawab “jatuh cinta adalah karena kau berjuang melawan nasibmu, karena kau membayar semuanya itulah sebabnya kau merasa kesepian, ketika kau bosan hidup didunia ini atau ketika kau merasa hidup terisolasi, cinta adalah satu-satunya yang memiliki kekuatan utuk membuat dunia tampak indah?”, Joon Gu bingung dan terus berkata apa?. Ahjussi itu berkata lagi “itu berarti kau tidak tahu cinta dapat membuat seseorang kesepian juga, itulah sebabnya kau menaruh kata-katamu seperti itu”. Joon Gu masih tidak mengerti, ahjussi itu berdiri dan Joon Gu ikut berdiri juga. Ahjussi itu berkata lagi “apakah kau menyerah terhadap cintanya, hanya karena itu? dalam hidup mu dan harapanmu? tidakkah kau menyesal terhadap Van Gogh yang telah membuat hidupmu sengsara, lebih dari yang kami lakukan”. Joon Gu makin bingung kenapa Van Gogh.

Ahjussi itu melihat ke dalam gedung disana ada lukisan Van Gogh.
Ahjussi : “apakah kau tahu tentang kisah cinta Van Gogh?” Joon Gu hanya menggelengkan kepalanya.
Ahjussi : “bahkan jka aku meletakkan semuanya untuk dipertaruhkan, bahkan jika aku kehilangan segalanya, aku tidak akan menyesal, kau hanya bisa mengatakan kau sedang jatuh cinta, kecuali kau dapat melakukan itu”. Ahjussi itu pergi Joon Gu menghentikannya karena ingin berkata sesuatu tapi ahjussi itu tetap pergi.

Joon Gu sepertinya mendapatkan semangat kembali, dia berkata pada dirinya sendiri “itu benar Boong Joon Gu, bisakah kau hanya mengatakan kalau kau telah benar-benar jatuh cinta sebelumnya? sampai sekarang kau bahkan belum mengaku pada Ha Ni, bahkan jika kau benar-benar mengaku sebelumnya, apakah itu benar-benar penting? bahkan jika aku kehilangan segalanya, aku tidak akan menyesal mencintaimu”

Ha Ni keluar dari kamarnya dan dia berhadapan dengan Seung Jo yang juga keluar dari kamar mandi. Seung Jo melihatnya dengan tajam dan melewati Ha Ni begitu saja tapi Seung Jo kemudian berhenti dan berkata “Dengarkan baik-baik, ada sesuatu yang lebih aku benci di dalam hidup, ketika orang-orang sepertimu dengan otak kecil tidak tahu situasi, bahkan tidak memahaminya dengan jelas namun bertindak seperti kau tahu, marah dan mengganggu orang lain, jangan biarkan aku mengulang hal yang sama lagi, apa yang aku katakan sebelumnya, kau adalah orang yang super menyebalkan, itu bukan kata-kata kosong”. Seung Jo pergi dan Ha Ni masuk ke kamar mandi.

Ha Ni menangis didalam kamar mandi. Dia berkata pada dirinya sendiri didalam hati ” waktu itu dengan surat, bahkan didepan orang banyak, aku tidak pernah menangis ketika aku dimarahi oleh dia”

Seung Jo dikamarnya sedang melihat blog ibunya, dia menghela napas. Ha Ni sedang berbicara ditelepon dia berkata dia baik-baik saja dan bisa mengatasinya karena ini sudah sering terjadi, Ha Ni berkata kalau Seung Jo mungkin salah paham padanya dan dia juga akan marah kalau dia jadi Seung Jo dan ini suatu kejutan bagi Seung Jo. Seung Jo dikamarnya ternyata mendengar pembicaraan Ha Ni ditelepon.

Ha Ni kembali mengingat saat Seung Jo memberikan surat cinta yang ditulisnya, saat Seung Jo berkata kalau dia benci gadis bodoh, saat Ha Ni pergi ke sekolah bersama Seung Jo, saat Seung Jo menolongnya dari pria mesum, saat belajar bersama, saat Seung Jo mengejarnya karena foto masa kecil Seung Jo, saat Seung Jo tertidur ketika mengajarinya, saat berjabat tangan dengan Seung Jo, Saat Seung Jo menggendongnya dan saat Seung Jo marah-marah tadi. Ha Ni mengingat semuanya. Ha Ni dan Seung Jo ada di jendela kamarnya masing-masing merenungi semua yang terjadi diantara mereka. (Backsoun nya enak banget negna dihati seperti status april kemarin di FB, hahaha).

Pagi hari dikediaman Baek. Ny. Baek, Joo Ri dan Min Ah sudah bersiap-siap dengan rencana mereka ke pantai. Seung Jo turun dari kamarnya mengenakan seragam sekolah tapi dia tidak tampak begitu semangat. Ha Ni muncul dan mengajak mereka untuk segera berangkat. Ny. Baek meghampiri Seung Jo dan memintanya untuk bersiap-siap. Seung Jo tanya mau kemana. Ny. Baek bilang kalau mereka akan pergi 2 hari 1 malam untuk berkemah hari ini. Seung Jo tanya lagi bagaimana dengan sekolah. Ny. Baek jawab kalau dia sudah memberitahu sekolah.

Seung Jo mendapat Video call dari Eun Jo. Eun Jo berkata “Hyung, aku diculik saat bangun tidur aku sudah ada didalam mobil”. Tuan Baek juga berkata “ayo cepat keluar, ini akan menjadi pilihan yang lebih baik untukmu”. Ny. Baek juga sudah menyiapkan barang-barang Seung Jo.

Ada yang datang, Ha Ni melihat ke layar monitor, dia melihat ayahnya dan ayahnya bilang ada yang mau ikut ternyata itu Hong Jang Mi.

Dikelas 3-7, kelas terasa sepi karena tidak Ha Ni and the gang. Semua siswa tampak tidak bersemangat. Joon Gu bertanya pada temannya kenapa Ha Ni, Joo Ri dan Min Ah belum datang. Lalu guru Song masuk ke dalam kelas. Joon Gu berkata pada guru Song kalau Oh Ha Ni tidak datang, Joon Ri dan Min Ah juga. Guru Song hanya menjawab kalau mereka sedang bersenang-senang dan pergi ke pantai. Joon Gu terkejut mendengarnya dia berkata pada gurunya apa guru tidak tahu betapa berbahayanya dunia saat ini? Karena para gadis pergi ke pantai. Guru Song menjawab Bukan hanya para gadis tapi Baek Sung Jo dan keluarganya juga. Joon Gu bangkit dari kursinya saat Guru Song berkata Baek Seung Jo.

Joon Gu keluar dari kelas membawa tasnya. Dia melihat isi saku kecelananya dan yang ada hanya sedikit uang saja. Joon Gu berpikir dia harus mendapatkan uang tapi dia bingung apa yang akan dia lakukan. Joon Gu melihat wakil kepala sekolah datang mengendarai vespanya, Joon Gu seperti mendapatkan ide hebat dikepalanya.

Joon Gu menghampiri kepala sekolah dan memperkenalkan diri. Tapi Wakepsek malah mengira dia baru datang. Joon Gu menjawab kalau dia pergi lebih awal karena ada keperluan mendesak. Joon Gu lalu berakting sedih minta dikasihani.
Joon Gu : “aku mendapat kabar kalau bibiku mengalami kecelakaan, mereka ingin aku pergi sekarang untuk melihatnya”.
Wakepsek mulai terpengaruh dan menyuruh Joon Gu untuk pergi sekarang. Joon Gu bilang kalau dia harus pergi secepat mungkin tapi dia tidak punya uang. Joon Gu meminta Wakepsek untuk meminjaminya vespa sehari saja. Joon Gu mengatakan kalau bibinya sedang sekarat. Joon Gu berhasil mendapatkan vespa sang Wakepsek, hehehe

Sekelompok anak-anak SD didampingi gurunya akan menyeberang jalan, sang guru meminta murid-muridnya untuk mengangkat kedua tangannya keatas untuk tanda kalau mereka sedang menyeberang jalan. Joon Gu berhenti sebentar untuk memberi jalan dan berkata mereka lucu. Saat dia akan melanjutkan perjalanannya dia dihentikan oleh seorang gadis. Gadis itu meminta Joon Gu berkunjung ke tokonya dan memberikan Joon Gu pemantik api plastik , gadis itu juga berkata kalau Joon Gu cute, hehehe. Joon Gu membaca tulisan yang tertera pada pemantik apinya “Rumah pijat”. Joon Gu melanjutkan perjalananya.

Di mobil keluarga Baek beserta Ha Ni and friends. Jang Mi duduk diantara Ha Ni dan Seung Jo. Ny. Baek tidak suka melihatnya dan Ha Ni juga cemberut, sementara Seung Jo asyik membaca buku. Jang Mi mengambil semangka miliknya dan menawarkannya pada Seung Jo. Jang Mi berkata pada Ny. Baek kalau dia membeli semangka itu sendiri dan rasanya seperti madu. Ny. Baek membalas “Semangka harus memiliki rasa semangka baru disebut semangka, jika itu rasa madu, apa itu masih semangka? Itu disebut madu”. Semua menoleh ke arah Jang Mi.

Joo Ri bertanya pada Jang Mi kenapa dia tahu kalau mereka akan pergi dan bermain dan kenapa Jang Mi mengikuti mereka. Jang Mi menjawab kalau dia punya cara alami sendiri. Jang Mi mengingat kembali saat dia mendengar Ha Ni, Joo Ri dan Min Ah mencatat apa saja yang perlu mereka bawa untuk liburan.

Jang Mi melihat ada mesin karaoke didalam mobil. Jang Mi bertanya kepada Seung Jo apa mereka sebaiknya menyanyikan lagu saat berpergian. Ny.Baek menyela dengan berkata “apa kau pikir ini bis pariwisata? Maka kita menyanyi”.

Ha Ni berkata “lalu,apa kalian ingin memainkan permainan kata?” (permainan kata dimana frase berikutnya dimulai dengan kata terakhir dari kalimat orang sebelumnya). Jang Mi berkata itu kekanak-kanakan. Ny. Baek berkata sebaliknya kalau itu menyenangkan dan saran Ha Ni sangat baik.
Ny. Baek : “mari kita bermain menggunakan 4 idiom suku kata” (idiom terdiri dari 4 suku kata berdasarkan karakter cina). Dimulai dari Min Ah.
Min Ah : “I/Shim/Jeon/Shim” (kemampuan untuk membaca pikiran masing-masing)
Ny. Baek melanjutkan kata-kata Min Ah : “Shim/Shim/Pul/I” (sesuatu yang harus dilakukan ketika bosan)
Eun Jo tanya pada ibunya apa itu benar-benar idom 4 suku kata. Ny. Baek bilang tentu saja. Ny. Baek meminta Eun Jo untuk melanjutkan kalau tidak dia akan dihukum . Eun Jo merasa ini kekanak-kanakan. Ny. Baek menghitung 1, 2…
Eun Jo : “I/Shik/Jik/Go!” (katakana kebenaran berdasarkan fakta)
Lalu Seung Jo selanjutnya, Seung Jo tanya apa kita benar-benar memainkannya. Ny.Baek dan Ha Ni mulai menghitung 1, 2..
Seung Jo : “Go? Go/Jang/Nan/Myeong” (butuh dua tangan untuk bertepuk tangan)
Ha Ni tertawa mendengarnya dan berkata : “Go Jang Nan Byeong (sebuah penyakit) apa itu? Mengapa kau tidak mengatakan cha go jang nan (sebuah mobil rusak)”. Semua tertawa. Lalu Eun Jo membetulkan dengan berkata “bukan Go Jang Nan Byeon, tapi Go Jang Nan Myeong, ini berarti dibutuhkan dua tangan untuk bertepuk tangan”. Eun Jo berkata lagi orang-orang bodoh berkumpul (Eun Jo menunjuk ke arah Ha Ni, Joo Ri dan Min Ah).

Lalu Ny. Baek mengalihkan pembicaraan dengan menyodorkan kata berikutnya pada Jang Mi, Ny. Baek menghitung 1, 2…
Jang Mi : “Myeong/Myeong/baek/baek” (tak terbantahkan/ tak terbantahkan). Selanjutnya Ha Ni, Ha Ni berpikir keras tentang Baek saat Eun Jo mengihitung 1, Ha Ni meminta tunggu sebentar. Eun Jo melanjutkan hitunganya dan Ha Ni langsung berkata “Baek/Seung/Jo/JJang” (Baek Seung Jo besar).
Semua tertawa terbahak-bahak mendengarnya dan Seung Jo tersenyum tipis.
Seung Jo : “apakan karena kau ingin mengatakannya, kau menyarankan untuk bermain permainan kata?”
Ha Ni : “tidak, kau gila, (Ha Ni menepuk bahu Seung Jo) aku mengatakannya karena aku tidak punya apa-apa untuk dikatakan”. Ha Ni malu sekali.

Mereka tiba di pantai dan mulai mendirikan tenda. Jang Mi keluar dari mobil dengan memakai bikini yang seksi sementara Ha Ni dan yang lainnya pake baju renang yang biasa ajah. Ny. Baek menyuruh anak-anak untuk mengambil minumannya sendiri. Tuan Oh berkata pada Ha Ni bukankah dia membeli bikini. Ny. Baek menjawab kalau Ha Ni terlihat sangat murni dan cantik seperti itu, pesona gadis-gadis SMA harus murni.

Seung Jo datang bersama Eun Jo setelah ganti baju. Eun Jo berkata pada Ha Ni apa dia benar-benar membawa pelampung padahal Eun Jo juga sudah tidak membutuhkannya lagi. Ha Ni beralasan kalau dia tidak pandai berenang. Ny. Baek Tanya pada Seung Jo apa Ha Ni terlihat sangat murni, ini sebagaimana gadis SMA semestinya. Seung Jo menjawab kalau dia malah melihat Ha Ni seperti anak SD. Tuan dan Ny. Baek menghibur Ha Ni dengan berkata kalau dia sangat cantik.

Seung Jo memberikan Ha Ni sesuatu, ternyata itu kaus kaki. Joo Ri tanya kenapa Seung Jo memberikan itu. Ha Ni ingat saat Seung Jo melihat kaus kaki dan Ha Ni sadar kalau kaus kaki itu terjatuh dari pakaian dalamnya (disumpel di pakainan dalam wanita biar tampak lebih berisi kali maksudnya Ha Ni, wkwkwkwk). Ha Ni kesal meningat hari itu.

Ha Ni mentap Seung Jo dengan penuh kebencian dan kekesalan,Ha Ni juga berkata pada dirinya sendiri “Tuhan! Aku akan menyingkirkan orang itu hari ini dan kemudian pergi ke neraka”
Ha Ni berjalan ke arah Seung Jo duduk tapi dia malah tersandung dan jatuh tersungkur di depan Seung Jo. Seung Jo tanya apa Ha Ni baik-baik saja. Ha Ni bangkit dari posisinya dan mengejar Seung Jo, Seung Jo lari tapi Ha Ni jatuh lagi. Seung Jo tanya lagi apa kau baik2-baik saja? kau tidak harus menyakiti diri seperti ini, aku hanya memintamu memakai kaus kaki. Ha Ni kesal mendengarnya dan mengejar Seung Jo lagi.

Joon Gu masih dalam perjalanan menuju pantai dengan vespa Wakepsek. Tiba-tiba vespanya berhenti. Joon Gu mengira baterainya habis. Joon Gu menendang vespanya dia bingung apa yang harus dilakukannya karena dia tidak punya uang. Joon Gu melihat tangki bensinnya dan dia tidak melihat apa-apa karena didalam tangkinya gelap. Joon Gu mengeluarkan pemantik apinya yang tadi dan menyalakannya. Lalu dia mau melihat isi tangkinya dengan bantuan nyala api itu. Tapi pemantiknya malah jatuh kedalam tangki dan meledak mengeluarkan api. Joon Gu teriak. Ban vespanya melayang membuat nelayan takut. Dari TKP vespa Joon Gu keluar asap hitam pekat.

Ha Ni, Min Ah dan Joo Ri bermain air. Ha Ni memakai ban karet anak-anak dipinggangnya. Kemudian mereka berfoto (hah, jadi inget waktu ke anyer bareng temen-temen).

Jang Mi lewat ternyata dia mengambil bola yang sedang dimainkannya bersama Eun Jo dan Seung Jo. Jang Mi menggandeng tangan Seung Jo. Ha Ni kesal melihatnya.

Ny. Baek memanggil anak-anak untuk makan semangka. Mereka semua menuju Ny.Baek. Tapi Eun Jo menghentikan Ha Ni dengan memanggilnya. Eun Jo mengejek Ha Ni. Ha Ni kesal dia mengejar Eun Jo. Eun Jo mengatai Ha Ni “bong, bong, bong. Bong”. Mereka kejar-kejaran sampai ke tepi pantai. Eun Jo masuk ke dalam air dan meminta Ha Ni mengejarnya. Ha Ni takut karena dia tidak memakai ban karet. Eun Jo mengejeknya dengan berkata kalau Ha Ni tidak bisa berenang.

Lalu Ha Ni melihat Eun Jo seperti tenggelam. Ha Ni mengira Eun Jo sedang bercanda padahal beneran tenggelem. Eun Jo teriak “selamatkan aku, selamatkan aku”. Ha Ni baru sadar kalau Eun Jo sungguh akan tenggelam. Ha Ni berteriak-teriak meminta tolong. Ha Ni memberanikan diri terjun ke air. Ny. Baek berkata pada semuanya kalau dia meminta mereka naik untuk makan semangka tapi kenapa mereka (Eun Jo – Ha Ni) malah turun ke air.

Ha Ni berusaha menolong Eun Jo, dia menariik tubuh Eun Jo.Tapi dia juga tidak bisa berenang. Jadilah mereka berusaha selamat bersama-sama. Sementara itu orang-orang didarat belum menyadari apa yang terjadi pada Ha Ni dan Eun Jo.

Seung Jo melihat ke arah Ha Ni dan Eun Jo awalnya dia tersenyum karena mengira mereka sedang bermain tapi dia akhirnya sadar dan berlari ke arah mereka. Semua panik.

Seung Jo menyelamatkan Ha Ni dan Min Ah menyelamatkan Eun Jo. Ny. Baek khawatir dengan keadaan Eun Jo. Sementara itu Seung Jo batuk-batuk sepertinya dia meminum air laut dan Ha Ni masih shock.

Malam tiba, mereka semua membakar ikan laut. Eun Jo terserang flu. Jang Mi mendekati Seung Jo dan Seung Jo nampak kurang nyaman juga. Ny. Baek juga kesal melihatnya. Ny. Baek meminta Seung Jo untuk membawakan air hangat untuk Ha Ni. Jang Mi menawarkan diri untuk mengantarkannya. Tapi Ny. Baek bilang tidak perlu. Dan menyuruh Jang Mi untuk melanjutkan membakar daging. Seung Jo berdiri menjalankan perintah ibunya.

Tuan Oh menyelimuti Ha Ni yang tengah duduk sendiri. Tuan Oh berkata perasaanku masih tidak enak sampai sekarang, tadi aku kebetulan berada dipasir waktu itu. Ha Ni menenangkan ayahnya. Tapi tuan Oh sebagai ayah merasa gagal karena tidak berbuat apa-apa tadi, dia tidak bisa bergerak karena didalam pasir dan dia melihat Ha Ni berjuang didepan matanya. Ha Ni meminta maaf pada ayahnya.

Seung Jo datang mengganggu kemesraan ayah dan anak. Seung Jo menawarkan air untuk Ha Ni. Ha Ni menerimanya. Tuan Oh berterima kasih pada Seung Jo, karena jika tidak Karena Seung Jo, Tuan Oh tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Tuan Oh berkata kalau dia akan membuat makan malam yang lezat untuk rasa terima kasihnya. Tuan Oh meninggalkan Ha Ni dan Seung Jo.

Seung Jo berkata pada Ha Ni “kau bahkan tidak tahu bagaimana berenang dan kau bahkan tidak takut berbohong?”
Ha Ni : “lalu, apa yang harus aku lakukan? Aku berteriak tapi tidak ada yang mendengarku”
Seung Jo : “kau benar-benar pembuat masalah, sejak hari aku bertemu denganmu, tidak ada hari damai dalam hidupku”
Ha Ni : “kenapa kau memarahi aku lagi? Aku masih tidak enak badan”
Seung Jo : “tidak enak badan?”

Dari tempat memanggang terdengar teriakan keras. Ternyata Joon Gu datang dengan baju compang camping dan tubuh hitam legam akibat ledakan tangki tadi, hahahaha. Dalam keadaan seperti itu, Joon Gu masih memainkan jambulnya dan tanya dimana Ha Ni.

Ny. Baek mengecek ke dalam tenda disana dia melihat Tuan Oh da Tuan Baek yang akan tidur berdua sementara dia akan tidur dengan Eun Jo yang sedang sakit. Para wanita juga masuk ke dalam tenda yang lain bersama Eun Jo satu-satunya laki-laki yang ikut nimbrung. Ny. Baek tanya lagi apa Eun Jo tidak apa-apa. Eun Jo bilang tidak apa2-apa lalu Eun Jo melihat ke arah Ha Ni (Eun Jo mulai respect sepertinya terhadap Ha Ni karena sudah punya niat tulus menolong Eun Jo meskipun gagal pada akhirnya, hahah). Eun Jo ingat saat Ha Ni berusaha menarik tubuhnya, Ha Ni merasa Eun Jo melihatnya saat Ha Ni tanya kenapa, Eun Jo langsung buang muka.

Sementara itu Seung Jo tengah asyik main gitar. Joon Gu datang duduk disebelahnya. Joon Gu sudah berganti pakaian dan itu pakaian Seung Jo yang dipinjamnya. Joon Gu berkata kalau dia tahu Seung Jo menyelamatkan Ha Ni dan Joon Gu merasa seharusnya dia datang lebih awal. Lalu Seung Jo tanya “apa kau datang kesini karena Oh Ha Ni?” (Seung Jo mulai cemburu, hihi). Joon Gu menjawab “tentu saja, bahkan jika kau seorang pemuda jenius, kau masih seorang laki-laki yang berdarah panas, siapa tahu kita kau mungkin berubah menjadi binatang, tentu saja aku harus tinggal dan melindunginya”. Seung Jo tersenyum “kenapa kau tidak hanya datang dan tinggal dirumahku?”. Joon Gu “apa ada kamar kosong?”. Seung Jo kembali memetik gitarnya. Joon Gu memberi peringatan kepada Seung Jo untuk tidak berpikiran aneh, karena dia selalu mengawasi Seung Jo. Seung Jo memotong kata-kata Joon Gu “apa kau begitu menyukai Oh Ha Ni?”. Joon Gu merasa canggung untuk menjawabnya. Joon Gu “tidak peduli apapun, aku harus segera mandiri sehingga membiarkan Ha Ni ku bahagia, itulah keinginan terbesarku”. Seung Jo tersenyum “benarkah? Oh Ha Ni dan kau agak cocok”. Joon Gu senang mendengar pemikiran Seung Jo tentang dia dan Ha Ni. Joon Gu berkata “kau dan Ha Ni tidak cocok satu sama lain bahkan jika Ha Ni mengatakan kalau dia menyukaimu, itu hanya emosi sesaat, hei Baek Seung Jo,mari kita berteman”

Dibalik mobil Ha Ni mendengar semua pembicaraan Seung Jo dan Joon Gu. Ha Ni menghela napas panjang. Seung Jo menolak usulan Joon Gu untuk berteman. Joon Gu berkata terserah dan dia juga tidak ingin berteman dengan Sueng Jo dan akan baik-baik saja dengan Ha Ni.

Kembali ke sekolah, para siswa sedang melihat pengumuman tentang universitas. Ha Ni, Min Ah dan Joo Ri tampak lemas setelah melihatnya. Mereka bingung karena begitu banyak universitas tapi dimana tempat bagi mereka. Ha Ni meminta mereka masih bisa bekerja keras karena masih ada 2 bulan lagi. Lalu Joo Ri memandang Ha Ni dan berkata “apa ini keyakinan seseorang yang masuk 50 besar dalam waktu seminggu?”.Min Ah tersenyum sepertinya dia punya ide cemerlang.

Min Ah dan Joo Ri main ke rumah Ha Ni. Mereka belajar ditemani Ny. Baek serta makanan kecil. Ny. Baek menyarankan mereka untuk bertanya pada Seung Jo jika ada yang tidak dimengerti karena buat apa Seung Jo ada disini. Mereka tersenyum. Ny. Baek memberikan semangat dan keluar dari kamar. Min Ah berkata kalau tempat tidur Ha Ni sangat bagus. Ha Ni bilang ini gaya yang ibu suka. Joo Ri menggodanya oh, ibu… Ha Ni beralasan “Dia adalah ibu temanku.

Min Ah membuka buku pelajaran Ha Ni. Di dalam buku itu terdapat banyak catatan yang dibuat saat Ha Ni mengenai hal-hal yang harus dikerjakan dia dengan Seung Jo. Min Ah membacakannya : Namsan Tower, berciuman ditempat yang banyak orang, Berjalan dijalan yang indah sambil berpegangan tangan, berbicara ditelepon sepanjang malam, menikah. Ha Ni berusaha merebut bukunya tapi buku itu penuh dengan Seung Jo, hehehe. Joo Ri berteriak ke arah kamar Seung Jo “Ha Ni-ah!!!”. Joo Ri berkata kalau dia mengira pada awalnya Seung Jo itu kurus sekurus batang korek api, tapi setelah apa yang terjadi diperjalanan, Joo Ri menyadarai kalau Seung Jo benar-benar. Seorang manusia. Min Ah berkata “sepertinya dia bekerja keras, otot punggungnya terlihat sangat tegas”.Ha Ni malu tapi mesem-mesem mendengarnya, haha. Ha Ni mengajak teman-temannya untuk belajar.

Mereka mengerjakan pertanyaan pertama: ¼ dikalikan -8 dengan satu. Dan mereka bingung apa jawabannya. Lalu lanjut ke pertanyaan ke-2, tpi mereka tidak bisa juga. Min Ah dan Joo Ri memberi isyarat dengan menunjuk kamar Seung Jo. Ha Ni tidak mau, tapi Min Ah dan Joo Ri memaksanya untuk pergi pada Seung Jo.

Ha Ni mengendap-endap di depan kamar Seung Jo. Min Ah dan Joo Ri mengawasi dari balik pintu kamar Ha Ni. Ha Ni memohon untuk tidak melakukan ini. Terpaksa Min Ah dan Joo Ri turun tangan. Min Ah memegangi Ha Ni dan Joo Ri mengetuk pintu kamar Seung Jo. Seung Jo mempersilahkan untuk masuk. Joo Ri dan Min Ah mendorong Ha Ni ke depan pintu.

Ha Ni muncul dari balik pintu, didalam kamar Seung Jo sedang bermain dengan Eun Jo. Ha Ni tanya apa Seung Jo punya waktu luang. Seung Jo bilang tidak. Ha Ni tidak percaya. Seung Jo bilang itu benar. Ha Ni menutup pintu tapi Joo Ri dan Min Ah mendorongnya masuk ke dalam.

Ha Ni mengutarakan maksudnya pada Seung Jo kalau dia dan teman-temannya mengalami masalah saat belajar. Seung Jo bilang tidak mau. Ha Ni memohon hanya satu menit saja, tidak 30 detik saja. Seung Jo bilang 30 detik saja buang-buang waktu. Ha Ni “kenapa buang-buang waktu, 30 detik adalah nasib kami”. Seung Jo akhirnya mau juga.
Seung Jo : “apa yang tidak kau pahami tentang pertanyaan ini?”. Ha Ni bingung. Seung Jo terpaksa menjelaskan dari awal.Waktu bergulir tepat 30 detik selesai pekerjaan Seung Jo, hehehe perfect banget. Seung Jo menyuruh Ha Ni membawa bukunya. Ha Ni berterima kasih padanya.

Ha Ni and friends kembali ke kamar mempelajari apa yang sudah ditulis Seung Jo. Mereka merasa sangat mudah solusinya dan mudah dimengerti juga. Lalu mereka lanjut kepertanyaan selanjutnya dengan senang. Waktu berlalu mereka bingung lagi dan menghela napas bersamaan.

Eun Jo dan Seung Jo sedang belajar, Ha Ni muncul dibalik pintu dengan suara lirih. Seung Jo ngeh dengan keberadaan Ha Ni. Seung Jo melihat Ha Ni dan Ha Ni berkata ini satu lagi.

Seung Jo sudah siap untuk tidur, dia juga sudah masuk selimut, tapi Ha Ni muncul lagi dan Tanya apa Seung Jo akan tidur?. Ha Ni tanya pertanyaan berikutnya.

Sekarang Seung Jo sudah tidur, Ha Ni muncul lagi. Seung Jo kesal dia meminta Ha Ni datang setelah 15 menit. Ha Ni menunggu diluar, Min Ah dan Joo Ri bilang kalau Ha Ni harus pergi karena sudah 15 menit. Tapi Ha Ni takut, Joo Ri memintanya untuk cepat. Ha Ni berkata “aku benar-benar tidak bisa melakukannya”

Seung Jo keluar dari kamarnya, Ha Ni and friends merunduk semua. Seung Jo melemparkan buku Ha Ni dan berkata “jangan datang ke kamarku lagi”. Seung Jo menutup pintunya jebret,hehe.

Di sekolah, kelas 3-7 sedang ramai-ramainya. Ha Ni, Joo Ri dan Min Ah sedang mempelajari apa yang mereka pelajari kemarin. Joo Ri dan Min Ah mengusulkan Seung Jo untuk menjadi guru mereka dan mereka berencana datang lagi ke rumah Ha Ni di akhir pekan. Ha Ni “kalian gila, kau melihat bagaimana dia dan kau berani seperti itu lagi?”

Salah satu teman Ha Ni mengambil buku Ha Ni. Teman sekelas Ha Ni jadi tahu kalau Ha Ni dibantu Seung Jo menyelesaikan soal-solanya. Teman-teman sekelas Ha Ni meminta ikut untuk diajari Seung Jo. (Seung Jo ngajarin Ha Ni, Joo Ri sama Min Ah ajah udah males gimana ngajarin anak sekelas, hahaha). Joon Gu berkata pada teman-temannya apa mereka tidak punya harga diri. Temannya menjawab bisakah Joon Gu menggunakan harga dirinya untuk masuk universitas. Joon Gu marah mendengar perkataan temannya itu. Gengnya Joon Gu berusaha meredam kemarahan Joon Gu. Lalu gengnya Joon Gu malah bergabung dengan murid-murid yang minta diajari oleh Seung Jo.

Dirumah, Eun Jo dan Seung Jo yang baru datang melihat begitu banyak sepatu dirumahnya. Seung Jo terkejut melihat murid-murid kelas 3-7 ada di ruang tamunya. Murid-murid dengan kompak berkata “ Halo Guru”. Eun Jo Tanya pada ibunya apa yang mereka lakukan disini. Ibu berkata pada Seung Jo kalau mereka datang untuk melihat Seung Jo. Ha Ni duduk selonjoran disofa . Murid-murid dengan kompak berkata “Baek Seung Jo, tolong ajari kami juga”.

Seung Jo menghela napas. Seung Jo berkata pelan dan lirih Oh Ha Ni. Lalu Seung Jo berkata pada murid-murid kalau dia tidak mau dan sangat lelah. Ibu menarik tangan Seung Jo dan memohon. Ha Ni bersembunyi di sofa. Seung Jo melihat Ha Ni “Oh Ha Ni, keluar!”.Ha Ni sembunyi dia tahu akan dimarahi Seung Jo. Min Ah dan Joo Ri membangunkan Ha Ni dan mendorongnya kedepan Seung Jo.

Ha Ni memelas “hanya sekali”
Seung Jo : “Oh Ha Ni, kau benar-benar…”
Ha Ni memohon : “hanya sekali,tolong selamatkan kelas 3-7 kami”
All murid : “kami tidak akan pernah melupakan kebaikanmu sepanjang hidup kami, kami tidak akan pernah lupa, tolong selamatkan kami”

Joon Gu mengamati rumah Seung Jo. Seung Jo mengajari teman-temannya Ha Ni. Ha Ni memandangi Seung Ko dengan penuh kekaguman

Seung Jo : “Ada objek yang ditempatkan 2kg di permukaan air. ditambahkan 10 newton gaya, akan mengakibatkan 4 newton gesekan. Pada saat ini, maksimum percepatan objek dapat diperoleh? Untuk pertanyaan ini, kita harus menggunakan rumus F = ma. F setara dengan Ma. “F” di sini berarti? Force , “M” adalah massa, “A” adalah percepatan, Apa yang kita inginkan adalah “a”, Jadi “a” akan sama dengan F / m, dengan gaya 10 newton, dan 4 newton gesek, Sehingga daya bersih akan menjadi …”

Ha Ni ke dapur dan membantu Ny. Baek menyiapkan peralatan makan. Ha Ni Tanya apa yang akan dimakan untuk makan malam. Ha Ni mengusulkan asam manis dan daging. Eun Jo bilang tidak. Ha Ni berpikir kalau Seung Jo tidak suka asam manis dan daging. Ny. Baek membenarkannya.

Seung Jo ke dapur. Ha Ni Tanya apa Seung Jo lelah. Seung Jo bilang tentu saja, Ha Ni Tanya apa Seung Jo ingin minum air. Ha Ni menawari Seung Jo tapi Seung Jo sudah mengambil airnya dari teko. Ha Ni bilang ini lebih dingin tapi Seung Jo bilang tidak apa-apa Ha Ni terus menawari Seung Jo airnya saja, Seung Jo tetap tidak menginginkannya dan pergi begitu saja. Ha Ni cemberut. Eun Jo mengejek Ha Ni dengan melet-melet. Ha Ni kembali membantu Ny. Baek tanpa semangat.

Ny, Baek menerima telepon. Ny. Baek sepertinya mendapatkan ide brillian. Ny. Baek mengatakan kepada lawan bicaranya kalau dia akan segera pergi kesana. Ny. Baek tampak repot.

Ny. Baek dan Eun Jo sudah berganti pakaian dan akan pergi. Ny. Baek berpesan pada Ha Ni untuk menyiapkan makan malam sendiri. Eun Jo Tanya kenapa Hyung-nya tidak ikut. Ny.Baek jawab kalau Seung Jo harus belajar karena sudah kelas 3. Ny. Baek dan Eun Jo pergi meninggalkan Ha Ni dan Seung Jo berdua saja dirumah.

Seung Jo akan pergi. Ha Ni Tanya kemana Seung Jo akan pergi. Seung Jo “pergi untuk membeli makan malam”. Ha Ni “aku akan membuatnya untukmu, terima kasih untuk hari ini dan kemarin”. Seung Jo tidak begitu percaya pada kemampuan Ha Ni.

Ha Ni membuka buku-buku resep masakan. Ha Ni melihat satu masakan namanya “Hawaii loco moco”
Ha Ni membaca resepnya “Tempatkan patty daging tebal di wajan panas. Kemudian tambahkan saus daging. Letakkan telur goreng setengah matang di atasnya. Titik utamanya adalah untuk memakannya dengan kuning telur”. Ha Ni merasa ini bagus dan dia akan menunjukan kemampuannya pada Seung Jo.

Sementara itu keluarga Baek kecuali Seung Jo pergi ke restoran ayah Ha Ni. Mereka makan malam bersama. Eun Jo protes dengan apa yang dilakukan ibunya. (wah keren nih acting ibunya Seung Jo). ternyata tujuan ibu Seung Jo meninggalkan Ha Ni dan Seung Jo dirumah agar mereka bisa berdua dan bisa bermesraan,,hahha, mendengar ucapannya ayah Seung Jo menutup telinga Eun Jo..

Seung Jo turun dari lantai atas untuk meminta makan malamnya karena dia sangat lapar, sesampainya didapur ternyata Ha Ni mengacaukan dapur ibu Seung Jo.
Seung Jo terkejut melihat kondisi dapur, apa yang terjadi? Tanya Seung Jo .Ha Ni meminta maaf, “aku sedikit menggosongkannya sedikit”.

kemudian mereka makan bersama, Seung Jo merasa heran masakan dengan buatan Ha Ni, “apa ini?” Tanya Seung Jo. “ Hawaian loco moco” jawab Ha Ni ragu. “Hawai..apa?? Tanya Seung Jo lagi. Ha Ni menirukan gaya tarian Hawai. Seung Jo mengangkat dagingnya yang berbentuk hati. “ini bukan makan malam” kata Seung Jo. “Apa kau tak suka? Tanya Ha Ni polos. Seung Jo menggebrak meja sambil berkata “Apa kau menyuruhku untuk memakannya?. Ha Ni langsung diam

Akhirnya Seung Jo membuat masakannya sendiri. Seung Jo mengocok telur, menuangkan sebagian telur ke wajan kemudian memasukkan nasi, Ha Ni mendekatinya dan memberikan saus. Ha Ni mencicipi masakan Seung Jo. Ha Ni sangat kagum dengan Seung Jo karena bisa memasak seperti direstauran. Seung Jo mengatakan kau harus punya otak pintar untuk memasak.

Ha Ni percaya, kalau demikian ayahku juga pasti pintar, dan Joon Gu juga. Seung Jo sedikit berubah air mukanya, apa Joon Gu pintar masak? Ha Ni berkata iya, Joon Gu pintar sekali masak, saat festival, ia bahkan membuat kue beras bumbu dan ubi karamel untuk dijual, enak sekali!. Seung Jo sebal dengan perkataan Ha Ni, ia langsung mengambil piring Ha Ni dan langsung menaruhnya ditempat piring kotor. (hahah padahal baru aja makan 1 suap)

Sementara itu, seluruh keluarga Baek malah pergi karaokean. Namun Eun Jo protes karena sudah malam. Haha kasian ni Eun Jo, korban ibunya ni

Ha Ni pergi ke kamarnya dan siap untuk belajar karena ada test bahasa Inggris. ”meskipun kita selalu bertengkar, tapi ia masih membantuku” kata Ha Ni pada bonekanya. Ha Ni mencari buku Inggrisnya, namun tidak ditemukan, ia membolak-balikkan buku lainnya namun tetap tidak ketemu, Lalu ia ingat buku itu ketinggalan di kamar Seung Jo saat ia dan temannya belajar bersama. Ha Ni panik karena di dalamnya ada rencana “masa depan” dengan Seung Jo.

Ha Ni pergi ke kamar Seung Jo dan masuk mengendap-endap. Ha Ni melihat Seung Jo sudah tidur. Ia mencari-cari dikamar Seung Jo dan akhirnya Ha Ni menemukan bukunya, lalu membuka buka bukunya, setelah itu melihat foto Seung Jo bersama Eun Jo. Ha Ni bersiap keluar kamar namun tiba-tiba Baek Seung Jo bangun dan memegang pergelangan tangan Ha Ni. Ha Ni kaget setengah mati.

“Apa yang kau lakukan? “ tanya Seung Jo. “Tidak, aku kesini mencari sesuatu” jawab Ha Ni. “Kau ingin aku percaya apa katamu? Saat tidak ada orang dan hanya kita berdua saja di rumah, kau dapat yang kau cari? Kata Seung Jo. Ha Ni terlihat gugup. Seung Jo menarik Ha Ni ke tempat tidurnya dan menindih Ha Ni. Ketika Ha Ni ditarik, ia menendang mainan Eun Jo berbentuk bola dan akhirnya jatuh berantakan.

“Joon Gu berkata bagaimanapun juga aku ini pria usia 19 tahun yang berdarah panas”kata Seung Jo. Ha Ni terlihat panik. “Apa, ada apa denganmu? Tanya Ha Ni ketakutan?”. “Bukankah kau masuk ke sini karena kau ingin ini terjadi? Dan sekarang di dalam rumah ini bukankah hanya ada kita berdua saja?